Pengguna Internet RI Meningkat, Tapi Akses Internet Belum Merata

Pengguna Internet RI Meningkat, Tapi Akses Internet Belum Merata

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 11 Nov 2020 17:11 WIB
smartphone
Foto: shutterstock
Jakarta -

Meski ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 196,7 juta, penyebaran akses ke dunia maya itu masih belum merata. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menambal daerah yang belum teraliri sinyal 4G.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang terbaru, penetrasi pengguna internet Indonesia pada Q2 (2019-2020) berada di angka, 196,7 juta dari 266 juta total penduduk atau sekitar 73,7% orang Indonesia terhubung ke internet.

Akan tetapi bila dilihat dari kontribusi pengguna internet per wilayah seluruh pengguna internet, wilayah Jawa masih mendominasi dengan 55,7%, kemudian diikuti Sumatera 21,6%, Sulawesi-Maluku-Papua 10,9%, Kalimantan 6,6%, dan Bali-Nusa Tenggara 5,2%.

Hasil survei pengguna internet Indonesia pada Q2 (2019-2020) mencapai 196,7 juta dari 266 juta total penduduk. Namun penyebaran akses internetnya masih belum merata.Hasil survei pengguna internet Indonesia pada Q2 (2019-2020) mencapai 196,7 juta dari 266 juta total penduduk. Namun penyebaran akses internetnya masih belum merata. Foto: APJII

Terkait persoalan kekosongan wilayah yang di mana warganya belum mengakses internet karena tidak ada tersedianya infrastruktur, Kominfo menyebutkan pihaknya terus mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.

"Kementerian Kominfo memiliki kebijakan afirmatif untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G yang dijalankan bersama operator seluler," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, Rabu (11/11/2020).

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi itu akan dikerjakan melalui Badan Aksesibilitas dan Informatika (Bakti), disebutkan Deddy, akan membangun BTS di 7.904 desa/kelurahan di daerah 3T.

"Sedangkan operator seluler akan membangun BTS di 4.644 desa/kelurahan di wilayah non-3T hingga akhir tahun 2022," ucapnya.

Selain itu, Kominfo juga sedang mengerjakan proyek Satelit Republik Indonesia (Satria) yang dikatakan bisa memenuhi kebutuhan akses internet di 150 ribu titik layanan publik (sekolah, puskesmas, rumah sakit dan kantor pemerintah) yang belum terjangkau akses internet memadai.

"Kominfo akan meluncurkan satelit multifungsi Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps pada kuartal ketiga tahun 2023," pungkas Deddy.



Simak Video "Tangkal Hoax, Kominfo Siapkan Permen Pemblokiran Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)