Facebook Berbagi Data Dengan PBB Untuk Investigasi Kasus di Myanmar

Facebook Berbagi Data Dengan PBB Untuk Investigasi Kasus di Myanmar

Josina - detikInet
Kamis, 27 Agu 2020 08:33 WIB
Ilustrasi Facebook
Facebook Berbagi Data Dengan PBB Untuk Investigasi Kasus di Myanmar. (Foto: Reuters)
Jakarta -

Facebook mengatakan telah berbagi data dengan penyidik Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk investigasi kasus kejahatan internasional di Myanmar. Berbagi data ini dilakukan setelah penyidik utama mengatakan Facebook telah menahan bukti-bukti yang ada.

Dilansir detiKINET dari Reuters, perwakilan Facebook mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan data Independent Investigative Mechanism on Myanmar (IIMM) dari berbagai Pages dan aku yang terkait dengan kegiatan militer Myanmar.

Pada tahun 2018 akun dan Pages yang terkait dengan militer Myanmar dihapus untuk menghentikan ujaran kebencian terhadap muslim Rohingya. Namun Facebook menolak untuk mendeskripsikan konten apa untuk dijadikan barang bukti.

"Saat penyelidikan ini berlanjut, kami akan terus berkoordinasi dengan penyidik untuk memberikan informasi yang relevan saat mereka menyelidiki kejahatan internasional di Myanmar," kata perwakilan Facebook itu.

Myanmar menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakan keras militer terhadap Rohingya pada tahun 2017. Hal tersebut telah memaksa 73.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Myanmar juga membantah telah melakukan genosida dan mengatakan bahwa pasukannya melakukan operasi yang sah terhadap kelompok militan yang menyerang pos polisi.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB membentuk IIMM pada tahun 2018 untuk mengumpulkan bukti kejahatan internasional di Myanmar. Penyelidik PBB mengatakan Facebook telah memainkan peran kunci dalam menyebarkan ujaran kebencian yang memicu kekerasan.

Tahun 2018, Facebook mengatakan sudah menghapus 18 akun dan 52 pages terkait dengan militer Myanmar, termasuk halaman milik komandan militer. Namun, Facebook masih menyimpan data-data tersebut.

Kepala IIMM mengatakan bahwa Facebook belum memberikan bukti kejahatan internasional serius dengan PBB, padahal Facebook telah berjanji untuk bekerja sama.

Dan baru pada hari Selasa lalu, dia mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima kumpulan data pertama sesuai dengan yang diminta.

"Saya berharap ini menjadi langkah maju yang lebih lanjut menuju hubungan kerja sama yang memungkinkan kami mengakses bukti yang relevan tentang kejahatan internasional serius ini," katanya pada Reuters.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)