Zuckerberg Ngadu ke Trump Soal Bangkitnya Perusahaan China?

Zuckerberg Ngadu ke Trump Soal Bangkitnya Perusahaan China?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 26 Agu 2020 05:51 WIB
Facebook CEO Mark Zuckerberg testifies remotely during a House Judiciary subcommittee on antitrust on Capitol Hill on Wednesday, July 29, 2020, in Washington. (Mandel Ngan/Pool via AP)
Mark Zuckerberg. (Foto: AP/Mandel Ngan)
Washington -

Pemerintah Amerika Serikat semakin 'beringas' membatasi perusahaan teknologi China, sebut saja Huawei yang masuk daftar blacklist dan TikTok terancam dilarang. Kabar terbaru, ada peran Mark Zuckerberg dalam aksi-aksi tersebut.

Menurut sumber Wall Street Journal, pendiri dan CEO Facebook itu memberi peringatan pada presiden Donald Trump saat mereka makan malam tahun silam. Zuck menyebut bahwa perusahaan teknologi China merupakan ancaman langsung terhadap bisnis-bisnis AS.

Menurut Zuck, menekan perusahaan-perusahaan itu seharusnya lebih menjadi prioritas ketimbang upaya untuk menekan Facebook. Kepada pejabat AS di makan malam itu, Zuck menilai perusahaan teknologi China adalah risiko tinggi terhadap nilai-nilai Amerika serta dominasi teknologi AS.

Terkhusus TikTok, Zuck kabarnya mengatakan perusahaan milik ByteDance ini tidak memiliki komitmen yang sama dengan Facebook soal kebebasan berekspresi. TikTok kabarnya memang menyensor beberapa konten, misalnya terkait demonstrasi di Hong Kong beberapa waktu silam.

Para petinggi pemerintahan AS dicurigai setuju menindaklanjuti pengaduan Mark Zuckerberg itu. Pada bulan Oktober 2019, senator Tom Cotton dan Chuck Schummer meminta TikTok diinvestigasi. Kemudian tahun ini, tekanan pada TikTok kian hebat di mana Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mencekal TikTok kecuali dibeli oleh perusahaan asal Amerika.

Zuck memang pantas cemas karena TikTok merupakan ancaman langsung pada Instagram dan popularitasnya meledak di banyak negara, termasuk AS sendiri. Dengan demikian, jika terus berlanjut, bisa jadi kue iklan Instagram tergerus TikTok.

Menanggapi kabar pengaduan Zuck itu, penasehat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, membantahnya. Ia mengklaim berita Wall Street Journal tidak kredibel dan keputusan tentang TikTok tidak ada hubungannya dengan Zuckerberg. Facebook juga menepisnya.

"Mark tidak pernah menyarankan pelarangan TikTik. Dia hanya berulangkali bicara secara terbuka bahwa kompetitor terbesar perusahaan teknologi AS adalah perusahaan China, dengan nilai-nilai yang tidak ideal secara demokrasi seperti kebebasan berbicara," kata juru bicara Facebook.

"Menggelikan untuk mengesankan bahwa kekhawatiran soal keamanan nasional, yang disuarakan pembuat kebijakan, didorong hanya oleh perkataan Mark Zuckerberg," tambahnya seperti dikutip detikINET dari CNBC.



Simak Video "Bos Facebook dan Twitter Bicara soal Disinformasi dalam Pilpres AS"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)