BPPT Unjuk Gigi Lawan Corona dan Garap Transformasi Digital

BPPT Unjuk Gigi Lawan Corona dan Garap Transformasi Digital

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 24 Agu 2020 15:40 WIB
Kepala BPPT Hamam Riza dalam Ultah BPPT Tahun 2020
BPPT Unjuk Gigi Lawan Corona dan Garap Transformasi Digital (Foto: dok BPPT)
Jakarta -

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) genap berusia 42 tahun. Beberapa inovasi penting digelar untuk menghadapi COVID-19 dan transformasi digital.

BPPT berulang tahun pada 21 Agustus 2020. Badan ini ditugaskan UU No 11/2019 untuk melahirkan inovasi yang mendukung program nasional. BPPT membutuhkan kolaborasi pentahelix yaitu pemerintah, industri/bisnis, akademisi, hingga dukungan komunitas maupun media massa.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pandemi COVID-19 pun menjadi tantangan yang harus mereka lawan. BPPT telah membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Pandemi COVID-19 (TFRIC-19).

TFRIC-19 melibatkan 8 institusi litbang pemerintah, 18 perguruan tinggi, 4 industri nasional, 6 startup, 3 rumah sakit, dan 15 komunitas. Mereka telah menghasilkan lima produk inovasi alat kesehatan.

Lima inovasi tersebut urai Hammam adalah Rapid Diagnostic Test (RDT) kit, PCR (swab) test kit, Mobile Laboratory Biosafety Level 2 (BSL-2), Emergency Ventilator, dan sistem deteksi COVID-19 dengan menggunakan pencitraan medis berbasis Artificial Intelligence (AI).

"Kelimanya ini sudah produksi semua," ungkap Hamman dalam pernyataan kepada detikINET, Senin (24/8/2020).

Semua inovasi ini resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2020. Hammam mengatakan ekosistem inovasi nasional menjadi dasar yang sangat penting.

Hal lainnya yang dikejar BPPT adalah transformasi digital yang diperintahkan Jokowi. BPPT dikatakan Hammam baru saja meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020-2045.

Isinya adalah lima bidang prioritas utama yang meliputi layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta mobilitas dan kota cerdas.

"Kami juga mendukung transformasi digital menyongsong Revolusi Industri 4.0. Transformasi digital ini ditandai dengan adanya 41 aplikasi digital yang dimiliki BPPT yang digunakan untuk penguatan dukungan manajemen dan kesejahteraan pegawai, seperti aplikasi digital untuk mencatat presensi dan kinerja pegawai yang dinamakan Fabiola, atau Face Biometric Location Authentication," ungkap Hammam.

Selain itu, BPPT akan meluncurkan sebuah terobosan aplikasi identitas digital yakni i-Otentik-3000. Ini adalah aplikasi sertifikat digital bagi seluruh pegawai BPPT. BPPT akan menjadi instansi pemerintah pertama di Indonesia yang melaksanakan hal tersebut.

Aplikasi ini berfungsi untuk memastikan keutuhan dokumen yang dikirim. Selain itu, teknologi ini bisa memastikan autentifikasi dokumen dan pengirim.

"BPPT sudah menerima mandat dari Kementerian Kominfo sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik yang berwenang menerbitkan, melakukan validasi, dan mengelola sertifikat digital yang diperuntukkan di lingkungan instansi pemerintah," tutup Hammam..



Simak Video "Ridwan Kamil soal Vaksin Corona: Warga Depok Kami Prioritaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)