Politisi AS Tuduh Zoom dan TikTok Antek China

Politisi AS Tuduh Zoom dan TikTok Antek China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 31 Jul 2020 17:32 WIB
zoom
Menggunakan Zoom. Foto: Zoom
Washington -

Zoom dan TikTok dicurigai politisi Amerika Serikat sebagai kepanjangan tangan pemerintah China. Kedua aplikasi yang tengah naik daun di AS itu pun diminta untuk diselidiki oleh Departemen Kehakiman.

Senator Richard Blumenthal dari Partai Demokrat dan Josh Hawley dari Partai Republik, menuding kedua layanan menyembunyikan hubungan mereka dengan Beijing.

"Kami sangat cemas bahwa Zoom dan TikTok menyerahkan informasi privat orang-orang Amerika ke China dan juga terlibat penyensoran karena diminta China," tulis mereka, dikutip detikINET dari South China Morning Post.

"Di saat puluhan juta rakyat Amerika memakai Zoom dan TikTok selama pandemi COVID-19, sedikit yang tahu bahwa privasi data mereka dan kemerdekaan berekspresi berada dalam ancaman karena hubungan kedua perusahaan dengan pemerintah China," tambah mereka.

Senator Richard dan Josh meyakini Zoom dan TikTok menyembunyikan kenyataan bahwa mereka berhubungan dengan pemerintah China di balik tameng sebagai perusahaan Amerika Serikat. Bagaimana tanggapan Zoom dan TikTok mengenai tudingan tersebut?

Zoom menyatakan murni perusahaan Amerika. "Zoom adalah perusahaan Amerika, didirikan dan kantor pusatnya di California dan sahamnya diperdagangkan di Nasdaq," cetus juru bicara Zoom.

"Kami memperlakukan privasi, keamanan dan kepercayaan user dengan sangat serius dan kami juga senantiasa menyambut pembicaraan dengan para pejabat tentang praktik dan kebijakan bisnis global kami," tambah mereka.

Adapun TikTok mengklaim data user mereka benar-benar aman dan takkan dibagikan pada siapapun. "Data user TikTok AS disimpan di AS dengan backup di Singapura dengan kontrol ketat soal akses dari pegawai. Kami tak pernah membagikan data user TikTok dengan pemerintah China dan tidak akan melakukannya jikalaupun diminta," cetus pihak TikTok.



Simak Video "Daftar Negara dan Lembaga yang Larang Penggunaan Zoom"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)