Kemenangan Cina Membasmi Pornografi Internet
- detikInet
Jakarta -
Sebagai negara komunis, Cina selalu membuat aturan dan membatasi informasi yang akan keluar masuk ke negaranya. Negara yang pernah dijuluki sebagai negeri tirai bambu itu pun juga memperketat aturan yang ada di dunia maya. Salah satunya peraturan tentang konten apa saja yang boleh dimuat di internet.Semua aturan itu tak lain dibuat untuk menguasai semua rakyatnya. Meski Cina menang di 'perang' pornografi internet, menurut salah satu pejabat polisi, Cina tetap akan kesulitan membasmi semua situs yang berbasis di luar negaranya.Aturan Yang DiberlakukanSecara rutin, Cina telah memblokir akses ke situs internet yang memuat hal-hal yang 'sensitif', misalnya tentang Taiwan, negara bagian Cina yang kini telah melepaskan diri dan dianggap sebagai pemberontak dan musuh besar Cina.Selain itu, Cina juga membuat aturan untuk situs-situs yang menerbitkan informasi dan konten esek-esek yang dianggap merugikan keamanan nasional."Penyebaran situs yang melibatkan pornografi sudah dikontrol dengan efektif," tutur Zhao Shiqiang, Wakil Kepala Kementerian Urusan Keamanan Internet dan Biro Pengawasan Keamanan Umum, saat konferensi pers."Buktinya, polisi telah menahan 221 orang dan menutup hampir 600 situs pornografi lokal pada akhir November silam," imbuhnya lagi seperti dikutip detikinet dari Reuters Jumat (30/12/2005).Menurut Zhao, karena sifat teknologi internet sangat spesial, pornografi masih merajalela di beberapa tempat. Pasalnya, informasi 'berbahaya' dari tempat lain masih bisa dikirimkan secara internal dan minoritas orang berusaha untuk melancarkan aktivitas ilegal melalui web.Selain pornografi, Cina juga membuat aturan untuk game-game berbasis web yang mengandung spam, penipuan, dan perjudian. Menurut kementerian keamanan, setiap harinya ada sekitar 60 juta e-mail spam yang dikirimkan di Cina.Di awal tahun 2005, Cina juga telah mengeluarkan aturan baru untuk konten berita internet. Sedianya aturan ini akan membatasi kebebasan menulis para blogger dan mengekang pertumbuhan informasi bagi lebih dari 100 juta pengguna internet di Cina daratan.Cina juga melarang pengiriman berita tentang gathering ilegal, formasi perkumpulan, demonstrasi, atau hal-hal yang mengganggu kehidupan sosial.
(dwn/)