AS Perpanjang Larangan Dagang untuk Huawei dan ZTE

AS Perpanjang Larangan Dagang untuk Huawei dan ZTE

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 16 Mei 2020 05:18 WIB
Journalists follow the presentation of Huaweis smartphone, the Mate S, ahead of the IFA Electronics show in Berlin, Germany, in this file picture taken September 2, 2015. REUTERS/Hannibal Hanschke/File Photo
AS Perpanjang Larangan Dagang untuk Huawei dan ZTE (Foto: Reuters/Hannibal Hanschke)
Jakarta -

Huawei sepertinya belum bisa kembali berbisnis dengan Google setidaknya hingga Mei 2021 mendatang. Pasalnya Presiden Donald Trump baru saja memperpanjang larangan dagang untuk Huawei dan ZTE.

Dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (16/5/2020) Trump memperpanjang keputusan eksekutif yang ditandatangani pada Mei 2019 yang melarang perusahaan Amerika Serikat untuk menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan yang dianggap mengancam keamanan nasional.

Regulator AS mengatakan kebijakan Trump tersebut ditujukan secara spesifik untuk perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Pemerintah AS telah lama menuding Huawei memiliki hubungan khusus dengan pemerintah China.

Karena hubungan tersebut, perangkat milik Huawei dikhawatirkan bisa digunakan untuk memata-matai perusahaan dan negara lain. Departemen Perdagangan AS kemudian langsung menempatkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan, dan dilarang berbisnis dengan perusahaan AS yang tidak memiliki lisensi.

Departemen Perdagangan AS juga diperkirakan akan memperpanjang lisensi tersebut yang akan berakhir dalam waktu dekat. Lisensi tersebut mengizinkan perusahaan AS untuk tetap berbisnis dengan Huawei.

Sejak larangan dagang tersebut ditetapkan, Huawei jadi terseok-seok di pasar smartphone global. Sebabnya larangan itu melarang vendor China tersebut untuk menggunakan layanan dari Google di smartphone baru mereka.

Huawei pun terpaksa mengembangkan layanan alternatif untuk menggantikan aplikasi penting Google seperti Google Maps, Play Store, YouTube dan lain-lain. Sementara itu pengapalan smartphone Huawei terus turun, dengan data terbaru dari Canalys menyebutkan pengapalan di negara selain China turun hingga 35%.



Simak Video "Tanggapan Huawei Soal Kabar 'CLBK' dengan Google"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)