Informasi Palsu di Wikipedia Ternyata Cuma Iseng
- detikInet
Jakarta -
Selain kasus foto 'SBY-Bambang Tri' di blog Herman Saksono, informasi palsu yang muncul di Wikipedia juga diakui penulisnya sebagai tindakan iseng semata. Semudah itukah?Adalah Brian Chase, 38, pria asal Amerika Serikat yang menyisipkan informasi palsu di Wikipedia. Beda nasib dengan Herman, Chase tidak sampai diciduk polisi dan dicap sebagai tersangka.Seperti dikutip detikinet, Rabu (14/12/2005) dari Associated Press, Chase memposting biografi John Seigenthaler -- seorang wartawan kawakan, penerbit surat kabar Tennessean dan direktur editorial di USA Today. Di dalamnya dia tuliskan bahwa Seigenthaler -- yang pernah jadi asisten administratif adik presiden John F. Kennedy, Robert F. Kennedy -- terlibat dalam pembunuhan kedua Kennedy bersaudara itu, dan pernah tinggal di Uni Soviet sejak 1971 sampai 1984. Chase akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya, di sebuah perusahaan pengantaran barang di Nashville. Dan mengajukan permohonan maaf atas ulah yang menurutnya dilakukan karena iseng semata. "Saya tahu dari berita bahwa pak Seigenthaler ingin mencari tahu siapa yang melakukan hal itu. Dan saya adalah pelakunya, jadi saya ingin memberi tahu dia," kata Chase. "Awalnya, hal itu saya lakukan hanya karena iseng, tapi itu tindakan yang sangat sangat salah," imbuhnya.Chase mengaku tidak tahu kalau keberadaan wikipedia sebagai ensiklopedia online, selama ini menjadi referensi terpercaya. Referensi serius yang bukan untuk bahan bercanda.Seigenthaler, akibat ulah Chase, sampai membuat ulasan di USA Today menyoal reliabilitas Wikipedia. Tulisannya sampai mengundang debat tentang standar yang diterapkan Wikipedia dan berbagai referensi lainnya di internet.Meski begitu, Seigenthaler mengaku tidak akan melakukan gugatan hukum terhadap Chase, malah menyarankan agar perusahaan tempat Chase bekerja, kembali mempekerjakannya. Dia juga bilang, tidak akan mengusulkan adanya kebijakan khusus untuk internet. Tapi dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Wikipedia akan memicu munculnya kebijakan tersebut, karena memberi ruang bebas bagi siapa saja untuk menulis apa saja di situs tersebut.
(nks/)