Senin, 10 Feb 2020 13:10 WIB

Google Dorong Literasi Digital Anak Lewat 'Tangkas Berinternet'

Virgina Maulita Putri - detikInet
Google Luncurkan Program Tangkas Berinternet untuk literasi digital anak, orangtua dan guru. Google Dorong Literasi Digital Anak Lewat 'Tangkas Berinternet' (Virgina Maulita Putri/detikcom)
Jakarta -

Internet bermanfaat sekaligus berisiko untuk anak-anak. Google mendukung literasi digital anak, orangtua dan guru lewat program 'Tangkas Berinternet'.

Menyambut Hari Keamanan Berinternet Sedunia yang jatuh pada tanggal 11 Februari, Google meluncurkan program Tangkas Berinternet. Program ini merupakan hasil kerjasama Google dengan Yayasan Sejiwa dan Indonesia Child Online Protection.

Program ini ditujukan untuk mempromosikan literasi digital bagi anak, orangtua dan guru di seluruh Indonesia. Apalagi saat ini data menemukan satu dari tiga pengguna internet adalah anak-anak.

"Kita sudah tahu benefit dari internet, tapi internet itu datang dengan risikonya," kata Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Putri Alam di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (10/2/2020).

"Jadi sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki literasi digital," sambungnya.


Program Tangkas Berinternet akan berisi materi-materi ajar untuk orang tua, guru dan anak. Program ini dibangun dengan lima topik penting yaitu cerdas, cermat, tangguh, bijak dan berani berinternet.

Selain kurikulum yang dirancang dari lima topik tersebut, Tangkas Berinternet juga memiliki situs dan game berbasis web bernama Interland yang bisa diakses anak.

Putri mengatakan Google ingin agar program ini diterapkan langsung ke sekolah-sekolah. Tapi untuk saat ini semua konten dan kurikulum diakses oleh guru secara online.

"Inginnya sih begitu, idealnya begitu. Tapi untuk sementara ini kita sudah sediakan dan bisa diakses kapan saja oleh siapa saja, gratis," jelas Putri.


Untuk meluncurkan program ini, Google mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyambut baik program ini. Ia berharap guru, orang tua dan anak Indonesia tidak hanya melek internet tapi juga bisa menggunakannya dengan aman.

Menurut Bintang Puspayoga, internet itu bermanfaat khususnya bagi anak-anak. Internet membantu mereka mengembangkan dirinya, tapi ada juga hal yang akan rentan untuk anak-anak.

"Mudah-mudahan dengan diluncurkannya program ini bisa mem-protect anak-anak," kata dia.



Simak Video "Google Akui Orang Indonesia Doyan Ngobrol dengan Asistennya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)