Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Registrasi Prabayar
Operator Belum Juga Temukan Formula Tepat
Registrasi Prabayar

Operator Belum Juga Temukan Formula Tepat


- detikInet

Jakarta - Keharusan mendaftarkan kartu prabayar membuat para operator harus segera merombak ulang ancar-ancar bisnisnya. Calon konsumen baru juga dilanda kebimbangan. Lalu bagaimana sebaiknya?Hingga hari ini, Sabtu (26/11/2005), kepastian format pendaftaran registrasi pelanggan baru prabayar belum juga mendapatkan kepastian. Untuk pelanggan lama sih, beberapa operator sudah mehembuskan rayuan untuk bergabung dengan klub-klub keanggotaan. Contohnya XL dengan Visi Bebas (Vibe), Indosat dengan Klub Mentarinya, serta Telkomsel dengan SimpatiZone dan Geng ASik-nya.Cara menyiasatinya? Ya tentunya dengan iming-iming keuntungan plus plus plus..Lah, untuk pelanggan baru bagaimana?Nah, hal itu pula diakui Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Rudiantara, yang menjadi kendala dari para operator saat ini. Dia sendiri mengaku bahwasanya para operator sampai saat ini belum mendapatkan formula yang tepat untuk registrasi pelanggan baru."Untuk pelanggan baru, kita masih menyiapkan bersama para operator dan pemerintah. Tergantung bisnis prosesnya juga, ya minimal tidak mempengaruhi pasar," ujar pria yang juga berprofesi sebagai salah satu direktur di PT Excelcomindo Pratama ini kepada wartawan."Lagipula, 95 persen kartu prabayar kan nggak dijual di outlet resmi operator. Itu yang sulit," katanya menambahkan.Memang pada kenyataannya, penjualan kartu perdana prabayar sendiri didominasi oleh pengecer yang bukan perpanjangan tangan langsung dari operator. Ada dealer, distributor, subdistributor, toko pengecer pulsa, bahkan lapak-lapak di pinggir-pinggir jalan dan di stasiun kereta. Nah, hal-hal seperti itu tentunya yang memusingkan para operator.Rudiantara sendiri masih belum bisa memastikan apakah target registrasi prabayar April 2006 sudah bisa terpenuhi. KTP atau SMS?Lalu, dengan cara apa yang paling memungkinkan untuk registrasi? "Mungkin bisa lewat KTP atau SMS," jawab Rudi.Menurut dia, kalau dengan KTP, berarti operator mesti menyiapkan gudang khusus untuk menyimpanan data-data pelanggan. Tentu saja, karena data yang tercatat mencakup kerahasiaan orang banyak.Sedangkan kalau lewat SMS, lalu untuk validasinya bagaimana? "Mungkin kita nanti bikin semacam undian. Kita buat supaya ada kepentingan pribadi dari pelanggan itu sendiri saat mereka mendaftarkan data pribadinya," papar Rudi menggambarkan. ."Kalau mereka kasih informasi yang salah, toh mereka juga yang rugi kan," imbuhnya.Untuk menampung data-data dari SMS itu, operator berarti akan membutuhkan resource yang tidak sedikit. Taruhlah dengan perkiraan 40-45 jutaan pelanggan telekomunikasi yang ada saat ini, kita bisa bayangkan seberapa besar sistim database yang diperlukan untuk menampungnya dan dana yang mesti dikeluarkan operator, tentunya besar sekali.Rudi juga mengaku para operator belum melakukan perhitungan untuk investasi itu. "Hal-hal seperti itu masih dibicarakan. Tapi yang paling penting, bagaimana pun caranya, harus ada kemudahan untuk pelanggan dan transparan," paparnya.Kalau menurut Anda bagaimana? (rou/)







Hide Ads