Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari WSIS-Tunisia
DPR, Contoh WSIS Dong!
Laporan dari WSIS-Tunisia

DPR, Contoh WSIS Dong!


- detikInet

Jakarta - WSIS.Pengantar redaksi:Onno W. Purbo Ph.D, pakar teknologi informasi (TI) Indonesia, mendapat undangan menjadi salah satu pembicara pada ajang internasional World Summit of the Information Society (WSIS) di Tunisia, 16 hingga 18 November 2005. Onno, meskipun membuat harum nama Indonesia ke tingkat dunia, keberangkatannya ternyata tak disponsori oleh pemerintah Indonesia. Kiprah Onno di WSIS merupakan sebuah bentuk pengakuan dari International Development Research Center (IDRC), sebuah lembaga non-pemerintah asal Kanada, atas kiprah Onno selama ini. IDRC-lah yang kemudian menanggung seluruh biaya perjalanan Onno ke WSIS - Tunisia.Melalui detikinet, Onno menceritakan kisah perjalanannya di WSIS. Tulisan berikut ini adalah laporannya, langsung dari Tunisia.Hasil WSIS 2005: Internet Governance ForumDeklarasi WSIS 2005 telah selesai dari dapat diambil di Situs WSIS http://www.itu.int/wsis/.Memang isi deklarasi WSIS 2005 secara umum lebih detail daripada WSIS 2003 yang hanya berisi pokok atau semangat dari masyarakat ICT dunia. Bagi kita, termasuk saya, yang tidak mengikuti secara terus menerus proses pembuatan naskah deklarasi WSIS 2005 akan kehilangan arah melihat deklarasi WSIS 2005 yang demikian tebal. Deklarasi itu mencakup banyak hal berkaitan dengan ICT seperti penggunaan open source, penggunaan resource Internet seperti IP Address dan lain-lain.Saya sempat berbincang-bicang dengan Adams Peak dari Glocom. Adam saya kenal lama sejak WSIS 2003, dia merupakan salah seorang aktivis civil society terutama untuk Internet Governance bersama Izumi Aizu yang juga rekan saya sejak lama.Saya bertanya kepada Adams, kira-kira apa yang paling penting untuk kita yang rakyat biasa dari WSIS? Satu hal yang dia garisbawahi adalah adanya Internet Governance Forum.Apakah Internet Governance Forum? Tampaknya bukan sebuah badan yang mengatur Internet dunia, tapi hanya sebuah wadah untuk memfasilitasi proses-proses yang ada di Internet agar menuju ke yang lebih baik. Contohnya, memfasilitasi interaksi antara orang dan institusi yang bergerak di masalah spamming. Memfasilitasi penyelesaian masalah cybercrime. Memfasilitasi penanggulangan "human trafficking" alias penyelundupan manusia yang mungkin banyak terjadi di dunia PSK atau penyelundupan anak dan bayi internasional dan masih banyak lagi. Detailnya dapat dibaca di naskah deklarasi WSIS 2005.Tak Ada Komitmen DanaUntuk proses implementasi deklarasi WSIS 2005 tampaknya susah karena dari yang saya tangkap, tidak atau belum ada komitmen uang (funding) untuk mendanai kegiatan-kegiatan tersebut. Jadi semua masih tergantung pada negara masing-masing untuk mengimplementasikannya. Yang harus diwanti-wanti, jangan sampai hasil deklarasi WSIS 2005 digunakan oleh para peminjam uang untuk memaksakan kita bangsa Indonesia berhutang lagi untuk mengimplementasikan infrastruktur ICT-nya. Kecenderungan ini sangat besar terjadi di Indonesia mengingat pengalaman yang lalu dengan berbagai proyek IT yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.Pada tingkat dunia, kondisi akan lebih parah lagi. Internet Governance Forum juga belum diketahui dari mana pendanaannya. Karena belum ada komitmen apa-apa di tingkat dunia untuk mendanai lembaga ini. Dalam deklarasi WSIS 2005, Internet Governance Forum akan di aktifkan oleh sekjen PBB. Tapi akan beroperasi secara mandiri bukan bernaung di bawah PBB untuk menjaga netralitasnya.Saya tanya, apa yang menarik dari proses WSIS ini? Kata Adams, yang paling menarik dari proses WSIS ini adalah masalah transparansi dan pelibatan industri dan civil society (masyarakat) secara habis-habisan dalam semua proses pembuatan naskah deklarasi yang ada. Belum ada dalam sejarah PBB dalam membuat deklarasi yang sedemikian besar yang melibatkan unsur industri, swasta, dan masyarakat secara erat. Proses pun terasa sangat transparan sekali karena semua draft deklarasi dapat diambil melalui Web http://www.itu.int/wsis/.Bisa Dicontoh DPRBagi kita bangsa, khususnya pemerintah dan wakil rakyat di DPR, semoga proses transparansi yang sedemikian kuat dan pelibatan masyarakat secara dalam ini dapat dijadikan contoh dan diadopsi dalam pengambilan berbagai kebijakan yang ada. Memang konsekuensi transparansi adalah kemauan untuk bertoleransi terhadap berbagai pendapat yang masuk dan berusaha mencari jalan tengah yang terbaik untuk semua pihak. Memang bukan hal yang mudah dan gampang.Saya iseng bertanya apa komentar Adams tentang delegasi Indonesia? Satu hal yang keluar dari mulut Adams ini delegasi Indonesia seperti agak keras kepala dan naif. Naif dalam hal sense untuk mengetahui bahwa komentar atau usulan yang diberikan secara teknologi memang diperlukan dan menguntungkan. Yah, bisa dimaklumi lah. Karena memang orang-orang delegasi Republik ini yang berbicara di dalam forum WSIS praktis tidak ada hacker atau minimal yang pernah mengkonfigurasi Internet server sendiri secara serius. Mungkin hal itu bisa menjadi masukan juga untuk delegasi Indonesia. Lain kali untuk event-event seperti ini ada baiknya melibatkan secara benar orang-orang yang benar-benar ahli di lapangan. Syukur-syukur bukan orang yang cari proyek atau cari muka saja. Supaya tidak memalukan bangsa Indonesia! (wsh/)






Hide Ads