Rabu, 27 Nov 2019 13:58 WIB

Pegawai Pembuat Spyware Pegasus Gugat Facebook

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Justin Sullivan/Getty Images Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Sekelompok pegawai NSO Group, perusahaan asal Israel pembuat spyware WhatsApp, menggugat Facebook. Apa penyebabnya?

Gugatan itu mereka ajukan karena Facebook memblokir akun mereka secara sepihak, dan pemblokiran itu dianggap salah alamat. Pemblokirannya sendiri dilakukan setelah Facebook menggugat NSO akhir Oktober lalu.

WhatsApp, yang dimiliki Facebook, menuding NSO membantu pemerintahan untuk menjebol ribuan ponsel penggunanya. Tepatnya ada 1.400 pengguna di 4 benua yang ponselnya dijebol menggunakan spyware buatan NSO.

Para korbannya itu berasal dari berbagai profesi, seperti diplomat, jurnalis, pegawai pemerintahan, dan lainnya. Namun kesamaan di antara para korbannya itu adalah mereka biasanya cukup vokal dalam menyuarakan pendapatnya soal kebijakan pemerintahan, atau dengan kata lain, aktivis politik.


Karena itulah Facebook menggugat NSO, dan sayangnya setelah gugatan tersebut Facebook memblokir akun Facebook dan Instagram sejumlah karyawan NSO, termasuk akun milik mantan pegawai dan anggota keluarga mereka.

Para korban pemblokiran itu pun melaporkan gugatannya ke Tel Aviv District Court, dan mempetisi Facebook untuk membuka pemblokiran akun tersebut, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (27/11/2019).

Dalam pernyataannya, Facebook menyebut mereka memang memblokir akun yang dianggap relevan setelah memastikan kalau NSO Group adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan siber terhadap sejumlah pengguna WhatsApp.

Langkah ini, menurut Facebook, perlu dilakukan untuk alasan keamanan dan menghindari adanya serangan siber lain. Meski begitu, Facebook juga mengaku sudah mengaktifkan kembali sejumlah akun yang sudah minta banding.



Pegawai Pembuat Spyware Pegasus Gugat Facebook


Simak Video "Menkominfo Bicara Soal Ancaman Mata-mata Pegasus Milik Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)