Senin, 25 Nov 2019 17:27 WIB

AS Minta Instagram Tutup Akun Para Petinggi Iran, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: unsplash Ilustrasi. Foto: unsplash
Washington - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat meminta Facebook, Twitter, serta Instagram menghapus akun para petinggi Iran. AS menilai para pemimpin itu munafik lantaran memblokir internet rakyatnya tapi di sisi lain mereka terus menggunakan media sosial.

"Mereka adalah rezim hipokrit. Kami meminta perusahaan medsos seperti Facebook, Instagram dan Twitter untuk menutup akun Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Luar Negeri Javad Zarif dan Presiden Hassan Rouhani sampai mereka memulihkan internet rakyatnya," kata Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran.

Pemerintah Iran telah memblokir akses internet di sana sejak 16 November seiring protes rakyat soal kenaikan harga bahan bakar minyak. Ratusan demonstran telah ditangkap dan demonstrasi diklaim telah berhasil diminimalisir.


Menurut NetBlocks, koneksi internet sudah mulai dipulihkan, namun belum semuanya, di mana akses melalui perangkat mobile masih dicekal. "Rezim menutup internet karena coba menyembunyikan kematian dan tragedi yang dilakukan pada ribuan pemrotes di negeri itu," klaim Hook.

Dikutip detikINET dari The National, Iran menyebut ada 5 korban tewas. Namun Amnesty International menyebut jumlahnya lebih dari 100 orang. Adapun PBB menyatakan sedikitnya 1.000 orang ditangkap.

Pemerintah Iran menyalahkan negara asing terlibat dalam demonstrasi itu. "Kami telah menahan semua yang mengaku bahwa mereka adalah bayaran AS," kata Ali Fadavi dari Garda Revolusi Iran.

AS sendiri membantah mereka terlibat. "Tidak ada hubungannya dengan pihak luar. Ini adalah orang Iran berjuang untuk kemerdekaan, meminta hak mereka," tutur Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.



Simak Video "Setelah 4 Dekade, Perempuan Iran Akhirnya Bisa Nonton Bola di Stadion"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)