Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Lembaga Konsumen Eropa Tolak Anti Pembajakan ?

Lembaga Konsumen Eropa Tolak Anti Pembajakan ?


- detikInet

Jakarta - Gencarnya anti pembajakan justru memendam kekecewaan Yayasan Lembaga Konsumen Eropa. Mereka berjuang melawan gerakan anti pembajakan pada Compact Disk (CD). Bahkan mereka mengeluarkan manifesto hak digital bagi pecinta musik dan film. Apa alasannya ?Yayasan Lembaga Konsumen Eropa menginginkan industri musik berhenti membatasi kebebasan serta mengekang konsumen dalam upayanya memerangi pembajakan."Contohnya adalah penggunaan copy-protected pada CD. Dengan menambahkan software anti pembajakan, maka akan membatasi berapa kali CD dapat di-copy," ujar Jim Murray dari Bureau Europeen Des Consommateurs (BEUC) seperti dikutip detikinet dari ABC News Sabtu (12/10/2005)."Privasi konsumen..bukanlah kriminalitas," tambahnya.Lembaga tersebut mengeluarkan manifesto hak digital bagi pecinta film dan musik. Mereka memiliki hak privasi serta berhak mengambil keuntungan dari inovasi teknologi tanpa adanya pembatasan yang 'kejam'.Murray mengatakan, konsumen dapat melakukan apapun yang mereka inginkan setelah membeli produk digital. Saat ini konsumen dikekang atas nama anti pembajakan.Tetapi industri media Eropa mengatakan, lembaga tersebut hanya mengambil pandangan yang sempit. "BEUC mengambil posisi sebagai hitam dan putih sedangkan debat keseluruhan berada pada daerah abu-abu," Lucy Cronin dari European Digital Media Association."Kami juga kehilangan pendapatan dari hal tersebut" imbuhnya tanpa mengatakan kerugian yang didapatkan.Recording Industry Association of America mengatakan rugi sekitar 3,6 miliar euro (1 euro = Rp 12.116 Sumber :detik.com) setiap tahunnya.Cronin mengatakan, gerakan melawan pembajakan harus memiliki lisensi yang lebih banyak bagi perusahaan yang menjual musik online.BEUC menginginkan Komisi Eropa agar mengusulkan lebih banyak hukum Uni Eropa untuk menjamin hak konsumen. Perusahaan besar telah berbuat jauh dari yang diperlukan untuk melindungi karya hak cipta mereka."Pembajakan karya cipta merupakan masalah besar dan kami percaya seutuhnya terhadap perlindungan karya cipta, tetapi bukan dengan membatasi hak konsumen," tambah Murray. (oyd/)





Hide Ads