Rabu, 30 Okt 2019 14:39 WIB

Dituding Infeksi WhatsApp, Perusahaan Israel Buka Suara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - NSO Group 'dimejahihjaukan' oleh Facebook dan anak perusahaannya, WhatsApp. Bagaimana tanggapan perusahaan yang berbasis di Israel ini?

Facebook menuding NSO Group memanfaatkan server WhatsApp untuk menyebar malware ke 1.400 ponsel untuk memata-matai pesan aktivis, jurnalis, pejabat pemerintah dan pihak lain. Menurut Facebook, malware tak dapat menembus enkripsi atau penyandian WhatsApp, namun menginfeksi ponsel korban.

NSO langsung membantah tudingan Facebook dan akan melawannya. Mereka hanya menyediakan teknologinya pada intelijen dan penegak hukum resmi.


"Dengan kuat, kami membantah tudingan itu dan akan melawannya," sebut NSO yang dikutip detikINET dari Reuters.

"Tujuan utama NSO hanyalah menyediakan teknologi untuk intelijen pemerintah berlisensi serta lembaga penegak hukum untuk membantu mereka dalam menangkal terorisme dan kejahatan serius," imbuh mereka.

Klien NSO memang hampir semuanya pemerintah, seiring otoritas memanfaatkan software hack canggih untuk mengawasi kehidupan masyarakat. Tapi ada yang mengkhawatirkan software semacam itu juga digunakan rezim otoriter untuk memonitor lawan politik atau pihak lain.

Software NSO konon juga ditanamkan di ponsel jurnalis Jamal Khashogi, yang dibunuh di kedutaan Arab Saudi sekitar setahun silam. NSO pun diperkarakan oleh teman Khashoggi, Omar Abdulaziz, ke pengadilan Israel dan Siprus dengan tudingan ponsel mereka telah diinfeksi software NSO.



Simak Video "Bobol Keamanan WhatsApp, Facebook Perkarakan NSO Group"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)