Kamis, 03 Okt 2019 20:50 WIB

BRTI Jamin Keamanan Sistem Validasi IMEI

Adi Fida Rahman - detikInet
IMEI smartphone. Foto: detikINET IMEI smartphone. Foto: detikINET
Jakarta - Banyak pihak menyangsikan keamanan data sistem validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Namun Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tegas menjamin keamanannya.

Dijelaskan Komisioner BRTI Agung Harsoyo, bahwa proses transfer data IMEI dari operator ke Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA) menggunakan enkripsi. Artinya, hanya pihak pemilik data yang bisa mendeskripsi data tersebut.



Bagian IT Kemenperin yang mengelola SIBINA saat ini telah mengantongi ISO27000. Karena itu, Agung berani menjamin kemampuan mereka dalam keamanan data masyarakat.

"Perlu diketahui, ISO27000 adalah sertifikasi terberat dan jadi acuan komunitas IT seluruh dunia. Sehingga keamanan sistem (SIBINA) telah diantisipasi," terang Agung saat ditemui di Jakarta, Kamis(3/10/2019).

"ISO ini merupakan garansi aman. Setiap tahun keamanan sistem Kemenperin diaudit, tidak hanya produk, termasuk sistem dan orangnya," sambungnya.

Agung pun memastikan sistem SIBINA mengadopsi multiway authentication. Sehingga tidak semua orang bisa mengaksesnya. Orang yang mengakses pun tercatat.



"Setiap orang yang bersentuhan dengan sistem harus menandatangani non disclosure agreement (NDA). Dan ada mekanisme kalau orang tidak di situ langsung dihapus hak aksesnya. Jadi tidak bisa lagi akses melalui remote sekalipun," pungkas Agung.

Simak Video "Pemerintah Pastikan Aturan Registrasi IMEI Bebas Penyalahgunaan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)