Pembajak Domain Sex.com Gak Kapok-Kapok
- detikInet
Jakarta -
Kepolisian Meksiko telah menangkap Stephen Cohen, residivis yang pada 1995 telah melakukan penipuan terhadap pejabat berwenang, kasus pengambil-alihan domain internet sex.com. Ada apa lagi?Ternyata, Cohen kali ini ditahan karena telah melakukan pelanggaran imigrasi. Saat ini dirinya telah diserahkan ke pihak Imigrasi Amerika Serikat dan Petugas Cukai. Selama ini ia bermukim di Tijuana, Meksiko, setelah pada 2001 seorang hakim Amerika Serikat (AS) menuntutnya untuk membayar dana ganti rugi sebesar US$65 juta (US$1 = Rp 10.000, sumber: detik.com). Cohen harus membayar dana itu karena dia telah membajak nama domain sex.com. Setelah ditambah denda bunga, total dana ganti rugi yang harus dibayarkan adalah US$82 juta. Seperti dilansir vnunet.com yang dikutip detikinet Senin (31/10/2005), domain sex.com semula didaftarkan oleh Gary Kremen, yang juga pendiri Match.com pada tahun 1994. Pada saat itu, Kremen memang tidak mengembangkan situs sex.com.Cohen pun tak mau kehilangan kesempatan. Cohen melihat adanya peluang untuk mengambil alih situs internet tersebut. Sebuah dokumen Network Solution, badan untuk pendaftaran nama domain, pun dipalsukan. Ia meminta perusahaan penyedia layanan domain untuk memindahkan domain terkait, dan perusahaan pun menurut.Sementara Kremen berjuang untuk mendapatkan kembali kontrol domain itu, Cohen membangun sex.com menjadi sebuah portal internet yang mengiklankan situs pornografi. Situs tersebut diduga telah menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta dolar.Tahun 2000, Kremen berhasil mendapatkan domain itu kembali. Lalu Cohen memindahkan keuntungannya dari situs terkait dan melarikan diri ke Meksiko. Kremen memang telah mendapatkan beberapa aset Cohen yang ada di Amerika Serikat, tetapi diperkirakan masih berhutang sekitar setengahnya dari kerugian akibat ulah Cohen.
(ien/)