Kamis, 01 Agu 2019 22:16 WIB

Praktik Jual-beli Data e-KTP dan KK buat Pinjol?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi e-KTP. (Foto: Ilustrator Mindra Purnomo/detikcom) Ilustrasi e-KTP. (Foto: Ilustrator Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Dengan terungkapnya praktik jual beli data e-KTP dan KK di media sosial yang dilakukan oleh Hendra Hendrawan melalui akun Twitter-nya @hendralm, muncul satu pertanyaan: data tersebut diperdagangkan untuk apa?

Hendra, yang turut tergabung dalam grup Facebook bernama Dream Market Official, mengamati aktivitas jual-beli data privasi ini di platform besutan Mark Zuckerberg tersebut.




"Itu data-datanya yang selfie plus KTP buat dipakai buat kredit online. Banyak yang mention ke saya ada tagihan ke rumah, ke kantornya, sampai ke kampusnya juga nagih, padahal gak pinjam," tutur Hendra di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Selain itu, Hendra juga mengatakan data-data KTP tersebut juga dipakai oleh pelaku untuk melakukan registrasi SIM card prabayar, di mana saat ini bila ingin mengaktifkan nomor ponsel harus divalidasi dengan NIK KTP dan KK.

"Kalau KTP dan KK itu buat registrasi SIM card, kalau yang datanya sama selfie buat kredit online," sebutnya.

Pada kesempatan ini, Hendra juga mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dalam mempublikasikan data pribadinya, seperti KTP dan KK di media sosial.




Adapun kasus viralnya praktik jual beli data e-KTP yang diungkap oleh Hendra telah disampaikan kepada Dukcapil. Hendra juga mengatakan data-data pribadi ini tersebar bukan oleh pemerintah, melainkan perusahaan swasta.




Simak Video "Muncul Medsos Baru Bikinan Lokal 'DailyAct', Apa Fitur Menariknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed