Selasa, 14 Mei 2019 16:05 WIB

Bos Huawei yang Ditahan Amerika Menangis karena Hal Ini

Fino Yurio Kristo - detikInet
Meng Wanzhou saat mau ke pengadilan. Foto: Reuters Meng Wanzhou saat mau ke pengadilan. Foto: Reuters
Vancouver - Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei, ditahan di Kanada sejak Desember lalu atas perintah Amerika Serikat. Ia baru saja menulis surat sebagai rasa terima kasih pada para karyawan Huawei sekaligus bercerita mengenai kondisinya.

Meng yang sedang dalam proses menunggu keputusan ekstradisi ke Amerika Serikat, berstatus tahanan rumah. Dia merasa amat terharu dengan dukungan dari para pegawai Huawei, perusahaan yang didirikan ayahnya, Ren Zhengfei, pada tahun 1987.

"Setiap kali hearing pengadilan selesai, saya melihat para pegawai Huawei bangun sepanjang malam hanya untuk mengikuti kasus saya di zona waktu yang jauh berbeda. Hal itu membuat saya menangis," tulis Meng yang dikutip detikINET dari CNN.




Meng merasa dikuatkan dengan pesan-pesan dukungan dari para karyawan Huawei. Ia dibebaskan dengan jaminan USD 7,5 juta, tapi hanya bisa tinggal di dua rumah yang dipunyainya di kota Vancouver. Paspornya diserahkan di aparat dan harus selalu memakai perangkat GPS.

"Meskipun secara fisik dibatasi dalam tempat yang sangat terbatas selama di Vancouver, diri saya tidak pernah merasa 'seberwarna' seperti saat ini," tulisnya lagi.

Meng dituduh melanggar sanksi perdagangan sehingga Huawei bisa bertransaksi dengan Iran, negara yang diembargo AS. Ia dianggap menipu institusi keuangan AS.

Meng yang berusia 47 tahun, kini sedang berjuang agar ekstradisi tidak jadi dilakukan. Pengacaranya bersikeras bahwa Meng tidak bersalah dan kasusnya dipenuhi faktor politik.

"Kasus kriminal melawan Miss Meng berdasarkan tuduhan yang tidak benar. Faktor politik ada di balik penahanannya dan hak-haknya telah dilanggar," kata juru bicara Meng, Benjamin Howes.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed