Senin, 21 Jan 2019 21:43 WIB

Forward Pesan Dibatasi, Perilaku Pengguna WhatsApp Berubah

Adi Fida Rahman - detikInet
Aplikasi WhatsApp. Foto: Dok. REUTERS/Thomas White/File Photo Aplikasi WhatsApp. Foto: Dok. REUTERS/Thomas White/File Photo
Jakarta - Pembatasan forward pesan yang dilakukan WhatsApp semata-mata tujuannya untuk mengurangi peredaran hoax di platform mereka.

Demikian diungkap VP Public Policy and Communication WhatsApp Victoria Grand saat jumpa wartawan bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.


Dia mengatakan pihaknya melakukan uji coba fitur pembatasan pesan yang diforward pada Juli-Agustus tahun lalu di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hasilnya cukup menggembirakan.

"Terjadi perubahan perilaku dalam mem-forward pesan. Kami berhasil menguranginya 25% sejak ujicoba dilakukan. Jadi kami tidak sabar melihat perubahan apa selanjutnya," ujar Victoria di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Sejak dua bulan lalu, WhatsApp mengaku melakukan uji coba beta secara intensif di Indonesia karena dinilai menjadi salah satu negara prioritas. Sehingga fitur pembatasan ini bisa diimplementasikan mulai Selasa (22/1/2019).


Tonton juga: Kebijakan Baru WhatsApp Cegah Penyebaran Berita HOAX Jelang Pemilu

[Gambas:Video 20detik]





Di tempat yang sama, Menkominfo Rudiantara mengapresiasi upaya WhatsApp mengurangi viralnya hoax. Dinilainya pula langkah aplikasi pesan milik Facebook itu berarti mereka tidak sekadar berbisnis, tapi menciptakan pasar yang kondusif.

"Jadi mereka tidak hanya konsen di bisnisnya. Tapi juga menjaga keberlangsungan pasar di Indonesia. Saya mengapresiasi usaha ini," kata Rudiantara. (afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed