Kamis, 10 Jan 2019 14:40 WIB

Perang Pernyataan Bos Apple dan Qualcomm

Anggoro Suryo Jati - detikInet
CEO Apple Tim Cook. Foto: Getty Images CEO Apple Tim Cook. Foto: Getty Images
Jakarta - CEO Apple Tim Cook angkat bicara mengenai masalah hukum antara Apple dan Qualcomm. Pernyataannya tersebut pun langsung dibantah oleh pihak Qualcomm.

Pernyataan tersebut dilontarkan Cook ketika diwawancara Jim Cramer dari CNBC. Cook menyebut tarif lisensi yang dipatok oleh Qualcomm terlalu tinggi dan menyebut Apple dan Qualcomm belum melakukan diskusi untuk berdamai sejak Q3 2018 lalu.




Qualcomm pun langsung angkat bicara soal pernyataan Cook tersebut. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menyebut pernyataan Cook tersebut menyesatkan dan berbeda dengan komentar CEO Qualcomm Steve Mollenkopf pada November lalu.

Kala itu Mollenkopf menyebut Apple dan Qualcomm tetap berdiskusi meski keduanya berperang di Meja Hijau. Dan pihak Qualcomm pun bersikukuh kalau pernyataan CEO-nya itu akurat, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (10/1/2019).




"Kami secara konsisten dalam 18 bulan ke belakang, selama beberapa kali, berdiskusi dengan Apple untuk menyelesaikan permasalahan lisensi kami. Kami pun sudah menyatakan secara jelas dalam beberapa kali kesempatan kalau kami kami percaya masalah ini akan dipecahkan, dengan berbagai cara, dalam waktu dekat, baik melalui perjanjian damai atau putusan pengadilan," ujar juru bicara Qualcomm.

Persidangan antara Apple dan Qualcomm sendiri akan dimulai pada April mendatang. Yaitu sidang mengenai tuduhan Apple kepada Qualcomm terkait sejumlah masalah dalam aktivitas lisensi paten, dan gugatan Qualcomm ke Apple terkait biaya royalti sebesar USD 7 miliar yang belum dibayar. Qualcomm sendiri juga menghadapi gugatan dari Federal Trade Commission (FTC) terkait cara model bisnis lisensi mereka.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed