Kamis, 27 Des 2018 14:28 WIB

Gugat Qualcomm, LG Gantikan Samsung

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kasus yang melibatkan Qualcomm di Meja Hijau tampaknya memang tak ada habisnya. Setelah menang di China dan Jerman dalam kasus melawan Apple, Qualcomm masih menghadapi gugatan di Korea.

Gugatan terhadap Qualcomm di Korea ini berawal dari denda sebesar USD 915 juta terhadap Qualcomm yang dijatuhkan oleh Korean Fair Trade Commission (KFTC) karena pelanggaran paten.

Qualcomm menolak membayar denda tersebut, yang kemudian berujung pada gugatan yang diajuikan oleh KFTC. Ada sejumlah perusahaan teknologi besar yang ikut serta dalam gugatan tersebut, seperti Apple, Samsung, Intel, MediaTek, dan Huawei.

Namun dalam perjalanannya, Samsung kemudian setuju untuk bekerja sama dalam bentuk lisensi silang paten mereka. Kemudian Samsung pun memutuskan untuk mundur dari gugatan tersebut, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (27/12/2018).


Mundurnya Samsung ini bisa berdampak buruk bagi gugatan monopoli yang diajukan oleh KFTC. Untungnya, posisi Samsung di gugatan tersebut kemudian digantikan oleh LG, yang juga dikabarkan tengah bermasalah dalam negosiasinya dengan Qualcomm.

Posisi LG dalam gugatan ini memang belum jelas, apakah sekadar untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam negosiasi dengan Qualcomm atau tidak. Namun yang jelas, bergabungnya LG ini diharapkan meningkatkan kemungkinan KFTC untuk memenangkan gugatan tersebut.

Meski begitu, jangan berharap putusan pengadilan dalam gugatan ini bisa muncul dalam waktu singkat. Pasalnya, selama 14 bulan ke belakang, Qualcomm dan KFTC sudah dipanggil untuk dimintai keterangan selama 11 kali, dan putusan pengadilan diperkirakan baru akan muncul beberapa tahun ke depan. (asj/rns)