Minggu, 25 Nov 2018 13:43 WIB

Pekerjanya Meninggal, Samsung Minta Maaf

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Samsung akhirnya mengeluarkan permintaan maaf kepada pekerja yang sakit dan meninggal karena bekerja di pabrik chip dan display-nya.

Permintaan maaf ini merupakan bagian dari penyelesaian kasus hukum Samsung setelah pegawainya yang sakit karena lingkungan kerjanya.

"Upaya kami tidak cukup untuk memahami rasa sakit yang dialami oleh pekerja kami dan keluarga mereka," kata Presiden dan CEO Device Solutions Division Samsung, Kinam Kim seperti dikutip detikINET dari Gizmodo, Minggu (25/11/2018).

Kekhawatiran terhadap buruknya lingkungan kerja di pabrik Samsung pertama kali menjadi perhatian publik pada tahun 2007, setelah kematian seorang pegawai di pabrik chip-nya yang meninggal dunia karena leukimia. Namun, dalam permintaan maaf publiknya tersebut, Kim tidak mengaku bahwa kondisi pabriknya membuat pekerjanya sakit hingga meninggal dunia.


Samsung juga telah setuju untuk memberikan kompensasi sebesar 150 juta Won (Rp 1,9 miliar) pada tahun 2028 kepada seluruh pekerja dan mantan pekerja yang menderita penyakit yang disebabkan kontak dengan bahan kimia berbahaya.

Kompensasi ini tidak hanya untuk pekerja dan mantan pekerja Samsung, tapi juga semua kontraktor yang bekerja di pabrik chip dan display Samsung yang telah bekerja lebih dari satu tahun sejak tahun 1984.

Pendiri kelompok aktivis Korea Selatan, Sharps, yang juga ayah dari pekerja pabrik Samsung yang meninggal karena leukemia pada tahun 2007, Hwang Sang-gi mengatakan bahwa sekitar 200 pekerja di pabrik Samsung menderita penyakit dan sekitar 70 orang di antara mereka meninggal dunia.

Dalam konferensi pers, Hwang mengatakan bahwa permintaan maaf dari Samsung tidak akan cukup.

"Permintaan maaf tidak akan cukup ketika kita mempertimbangkan penipuan dan penghinaan yang kami alami (dari Samsung) selama 11 tahun terakhir, rasa sakit karena menderita penyakit akibat kerja, rasa sakit karena kehilangan orang yang dicintai," kata Hwang. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed