Permintaan maaf ini merupakan bagian dari penyelesaian kasus hukum Samsung setelah pegawainya yang sakit karena lingkungan kerjanya.
"Upaya kami tidak cukup untuk memahami rasa sakit yang dialami oleh pekerja kami dan keluarga mereka," kata Presiden dan CEO Device Solutions Division Samsung, Kinam Kim seperti dikutip detikINET dari Gizmodo, Minggu (25/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung juga telah setuju untuk memberikan kompensasi sebesar 150 juta Won (Rp 1,9 miliar) pada tahun 2028 kepada seluruh pekerja dan mantan pekerja yang menderita penyakit yang disebabkan kontak dengan bahan kimia berbahaya.
Kompensasi ini tidak hanya untuk pekerja dan mantan pekerja Samsung, tapi juga semua kontraktor yang bekerja di pabrik chip dan display Samsung yang telah bekerja lebih dari satu tahun sejak tahun 1984.
Pendiri kelompok aktivis Korea Selatan, Sharps, yang juga ayah dari pekerja pabrik Samsung yang meninggal karena leukemia pada tahun 2007, Hwang Sang-gi mengatakan bahwa sekitar 200 pekerja di pabrik Samsung menderita penyakit dan sekitar 70 orang di antara mereka meninggal dunia.
Dalam konferensi pers, Hwang mengatakan bahwa permintaan maaf dari Samsung tidak akan cukup.
"Permintaan maaf tidak akan cukup ketika kita mempertimbangkan penipuan dan penghinaan yang kami alami (dari Samsung) selama 11 tahun terakhir, rasa sakit karena menderita penyakit akibat kerja, rasa sakit karena kehilangan orang yang dicintai," kata Hwang. (asj/asj)