Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Digitalisasi UMKM Tak Cukup Teknologi, Literasi Keuangan Jadi Kunci

Digitalisasi UMKM Tak Cukup Teknologi, Literasi Keuangan Jadi Kunci


Agus Tri Haryanto - detikInet

Perkembangan Sistem Pembayaran QRIS di RI
Foto: GoPay
Jakarta -

Di tengah masifnya adopsi pembayaran digital, literasi keuangan UMKM dinilai belum berjalan seiring. Gim yang berkaitan dengan upaya peningkatan edukasi kepada pelaku usaha dinilai jadi strategi terbaru.

PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) memperkenalkan Gang Dagang, sebuah gim edukasi literasi keuangan yang ditujukan khusus bagi UMKM. Gim ini dirancang untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM pemula, memahami pengelolaan keuangan usaha melalui simulasi dan pengambilan keputusan yang menyerupai kondisi nyata.

Melalui Gang Dagang, pengguna diajak mempelajari berbagai aspek penting pengelolaan usaha, mulai dari penggunaan QRIS, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi harian, perhitungan keuntungan, pengelolaan utang, hingga pemahaman akses permodalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Gim ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Ruangguru dan direncanakan dapat diakses penuh pada pertengahan 2026 melalui situs gangdagang.id serta terintegrasi dengan ekosistem layanan Netzme.

UMKM yang berhasil menyelesaikan tantangan dalam gim tersebut juga akan memperoleh fasilitas pendukung transaksi digital, seperti QRIS Jakpreneur dan QRIS Soundbox, guna mendorong penerapan langsung di lapangan.

CEO Netzme Vicky Ganda Saputra mengatakan, literasi keuangan digital menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha UMKM di tengah transformasi ekonomi digital. Menurutnya, pendekatan edukasi berbasis gim diharapkan dapat membantu UMKM memahami pengelolaan keuangan dengan cara yang lebih mudah dan relevan.

Pendekatan serupa dinilai sejalan dengan agenda percepatan inklusi keuangan digital. Bank Indonesia menilai kolaborasi antara regulator, industri, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembayaran non-tunai yang aman dan efisien.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menilai pemanfaatan teknologi pembayaran digital dan edukasi literasi keuangan dapat meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi ekonomi digital. Pendekatan berbasis teknologi dinilai mampu mendorong UMKM lebih percaya diri dalam melakukan transformasi transaksi.

Pengenalan Gang Dagang dilakukan dalam rangkaian Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026, yang digelar pada 16 Januari-1 Februari 2026 di sembilan kota besar Indonesia. Memasuki pekan kedua, NumoFest berlangsung serentak di Gandaria City Jakarta, Solo Paragon Mall, Palembang Indah Mall, dan Duta Mall Banjarmasin, dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM sektor modest fashion.

Selain pameran produk, NumoFest juga mengimplementasikan QRIS TAP sebagai metode pembayaran non-tunai utama serta menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti fashion show, talkshow literasi keuangan UMKM, diskusi keamanan transaksi digital, hingga pemanfaatan teknologi POS dan QRIS Soundbox Syariah.



(agt/agt)




Hide Ads