Sabtu, 19 Mei 2018 10:06 WIB

Reaksi Facebook Digugat Masyarakat Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi Facebook. Foto: Reuters Ilustrasi Facebook. Foto: Reuters
Jakarta - Masyarakat Indonesia resmi melakukan gugatan class action kepada Facebook terkait skandal penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga, yakni Cambridge Analytica. Bagaimana reaksi Facebook Indonesia?

Namun saat pertanyaan mengenai tanggapan tersebut dilemparkan kepada Facebook Indonesia di sela-sela konferensi pers di kantornya, Jumat (18/5/2018), pihak perusahaan teknologi tersebut menganjurkan agar pertanyaan tersebut tidak diajukan pada kesempatan ini.

"Itu terkait dengan Cambridge Analytica. Untuk saat ini fokus kepada topik yang sedang dibahas dulu," ucap mereka.


Diberitakan sebelumnya, kasus Kebocoran dan penyalahgunaan sejuta data pelanggan di Indonesia oleh Facebook, dinilai telah menodai kepercayaan dan merusak kehormatan dari Presiden Joko Widodo.

Hal itu tertuang dalam gugatan terhadap Facebook di Indonesia.

Setelah sempat tertunda mendaftarkan gugatan pada pekan lalu, dua LSM ini akhirnya resmi mendaftarkan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Gugatan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) dan Indonesia ICT Institute (IDICTI).

Melalui keterangan tertulisnya, langkah ini ditempuh usai mendapat restu dan dukungan dari sejumlah kalangan masyarakat, terutama dukungan dari para Non-Goverment Organization (NGO) di Indonesia.

Menurut Ketua LPPMII Kamilov Sagala, kejadian kebocoran dan penyalahgunaan data pelanggan oleh Facebook, telah menodai kepercayaan dan merusak kehormatan dari Presiden Jokowi yang mengunjungi Mark Zuckerberg di kantor pusat Facebook di Silicon Valley, California, Amerika Serikat, tahun lalu.

"Itu sama saja telah melukai perasaan rakyat Indonesia," ungkap Kamilov.

Oleh karena itu, menurutnya, sudah layak dan sepantasnya Mark Zuckerberg beserta seluruh jajaran Facebook di manapun berada, tanpa menunggu putusan pengadilan, segera mengumumkan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia dan Presiden RI Joko Widodo secara tertulis dan terbuka ke seluruh dunia.

"Seperti layaknya Facebook telah mengumumkan kunjungan Presiden RI Jokowi ke kantornya ke seluruh dunia," tegasnya. (fyk/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed