Budi Rahardjo:
'Dugaan Penggelapan Itu Fitnah!'
- detikInet
Jakarta -
Adanya informasi bahwa Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menduga ada penggelapan dana pengelolaan domain .ID, ditanggapi dengan serius oleh Budi Rahardjo. Menurutnya, apapun yang melandasi dugaan APJII tersebut kepadanya tak lebih dari sekedar fitnah belaka.Ketika dihubungi oleh detikinet pada Senin (11/7/2005), Budi yang terdengar letih tersebut, menyatakan dirinya hanya akan pasif saja mengikuti apa yang akan dilakukan oleh APJII nantinya. "Dugaan tuduhan penggelapan tersebut adalah fitnah," tegas Budi.Menurutnya, sebenarnya memang telah banyak dilakukan berbagai pertemuan antara APJII dengan dirinya selaku pengelola domain .ID. "Tetapi beberapa kesepakatan yang telah kita rumuskan bersama secara keakraban, ternyata memang tidak ada realisasinya," sesal Budi."Padahal anggota komunitas Internet di Indonesia jumlahnya berapa sih, tidak banyak kan. Nah dengan kondisi demikian, tentu yang menjadi kepercayaan kita terhadap pihak lain adalah pada apa yang dijanjikan dan apa yang akhirnya dilakukan," ujar Budi.Lalu apakah Budi mengetahui apa latar belakang APJII menduga adanya penggelapan dana olehnya? "Mungkin mereka sekedar bluffing. Yang jelas, data keuangan saya tercatat dengan jelas dan terbuka. Kalaupun ada apa-apa dengan pengelolaan dana tersebut, komunitas Internet akan langsung tahu. Jadi, buat apa saya nutup-nutupin," tambahnya dengan nada heran.Selain itu, seperti ditambahkan oleh Budi, pengelolaan dana domain .id tersebut juga melibatkan APJII. "Termasuk yang melakukan penagihan kepada para pengguna domain .ID, selama ini adalah pihak APJII sendiri," tegas Budi.Ditambahkan oleh Budi, sebenarnya pihaknya tidak berkeberatan apabila pengelolaan nama domain dialihkan kepada pihak lain. "Selama memang akan memberikan hasil yang lebih baik, why not," tegasnya. Tetapi mengingat konflik yang memanas seperti ini, Budi tak ingin mengomentari lebih jauh tentang sikap APJII."Saya tidak ingin berkomentar terlalu banyak dahulu, karena nanti masyarakat yang malah tambah bingung," demikian tandas Budi. Foto: Budi Rahardjo. Sumber: rahard.moblog.com
(dbu/)