Rabu, 11 Apr 2018 21:05 WIB

Menkominfo Bisa Blokir Facebook, Tapi Tunggu Hasil Audit

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara menunggu hasil audit kebocoran data Facebook. (Agus Tri Haryanto/detikINET) Menkominfo Rudiantara menunggu hasil audit kebocoran data Facebook. (Agus Tri Haryanto/detikINET)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor
Jakarta - Kasus kebocoran data Facebook oleh Cambridge Analytica telah berlangsung hampir seminggu. Tak hanya di Amerika Serikat, tapi juga di Indonesia yang jumlahnya lebih dari sejuta data pelanggan.

Namun sayangnya, pihak Facebook Indonesia pun tak kunjung mau buka-bukaan soal data yang diminta oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Rudiantara pun mengaku belum tahu kapan hasil audit Facebook terkait kebocoran data pengguna, khususnya di Indonesia ini dapat diungkapkan. Terutama, mengenai kenapa pengguna Indonesia turut dicuri, buat apa, hingga bagaimana pemulihannya ke depannya.

"Belum tahu, karena auditnya oleh Facebook. Mereka mengaudit aplikasi-aplikasi yang running di Facebook," kata Menkominfo ditemui di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Saat ditanya apakah Kementerian Kominfo memberikan tenggat waktu kepada Facebook Indonesia terkait batas akhir audit penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga ini, Menkominfo hanya menyampaikan agar masyarakat bersabar dulu.

"Tunggulah. Surat peringatan tertulis baru dikirim pada Kamis lalu, belum satu minggu, terus kirim lagi (surat peringatan kedua). Tunggulah," ucap pria yang akrab disapa Chief RA ini.



Sebelumnya, Menkominfo juga mengaku bisa-bisa saja memblokir Facebook kalau memang diinginkan warga Indonesia. "Blokir sih bsia saja, memangnya kalian mau?" katanya.

Sementara di waktu yang hampir bersamaan, pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg baru saja 'disidang' oleh parlemen Amerika Serikat terkait skandal penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Ada 87 juta pengguna yang disalahgunakan, dan satu juta diantaranya berasal dari Indonesia.

Zuckerberg sendiri terlihat menyesal dan mengakui kesalahannya tidak langsung menginformasikan pengguna atas kasus ini. Namun ia berulang kali coba meyakinkan para anggota parlemen bahwa data pelanggan aman, dan tidak dijual oleh Facebook. Bos Facebook itu berjanji akan bertanggung jawab atas kondisi yang menerpa perusahaan rintisannya itu.



"Jelas kini bahwa kami tidak melakukan upaya yang cukup untuk mencegah alat ini digunakan untuk hal yang berbahaya," katanya. "Kami tidak memiliki pandangan cukup luas atas tanggung jawab kami dan itu adalah sebuah kesalahan," lanjut Zuck.

"Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf. Saya yang memulai Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas yang terjadi saat ini," masih kata Zuckerberg di hadapan 40 anggota senator yang hadir dalam rapat parlemen tersebut.

Saksikan video 20Detik untuk melihat tanggapan Mark Zuckerberg yang meminta Cambridge Analytica diaudit di sini:

[Gambas:Video 20detik] (fyk/rou)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed