BERITA TERBARU
Selasa, 10 Apr 2018 15:26 WIB

YouTube Ikut Tersandung Skandal Data Pengguna

Josina - detikInet
Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Skandal data pengguna tak hanya dialami Facebook, kini YouTube juga kena masalah serupa. Sebuah aliansi kelompok advokasi anak dan privasi asal Amerika Serikat menuduh YouTube telah mengumpulkan data anak-anak di bawah usia 13 tahun secara ilegal.

YouTube diketahui memiliki aturan bahwa yang bisa mengakses layanannya tersebut untuk berusia 13 tahun ke atas. Namun nyatanya, banyak pengguna usia di bawah 13 tahun menggunakan YouTube.

Mereka mengatakan YouTube secara sadar dan mengetahui bahwa banyak anak-anak di bawah usia 13 tahun mengakses layanannya ini. Karena itu, YouTube pun dituduh telah mengumpulkan data pribadi seperti lokasi, pengenal perangkat, hingga nomor telepon secara diam-diam.

Dan data ini digunakan YouTube untuk menghasilkan uang dari iklan di situs dan data yang dikumpulkan dari penonton digunakan untuk membuat profil. Mereka mencatatkan saluran paling populer kedua di YouTube adalah saluran bagi anak-anak.



Aliansi pun mengajukan keluhannya kepada Federal Trade Commission (FTC) mereka mengeluhkan Google sebagai induk perusahaan telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak yang seharusnya membutuhkan izin orang tua jika mereka tahu anak-anak adalah penggunanya.

"Selama bertahun-tahun, Google telah menyerahkan tanggung jawabnya kepada anak-anak dan keluarga dengan mengklaim YouTube secara tidak jujur bukan untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun. kata Josh Golin, direktur eksekutif Campaign for a Commercial-Free Childhood seperti dilansir detikINET dari Ubergizmo Selasa, (10/4/2018).



Menanggapi hal ini pihak YouTube pun bersuara "Meskipun kami belum menerima keluhan, melindungi anak-anak dan keluarga selalu menjadi priorotas utama bagi kami. Kami akan mencermati keluhan secara menyeluruh dan mengevaluasi jika ada hal-hal yang dapat kami lakukan."

"YouTube bukan untuk anak-anak, kami telah berinvestasi secara signifikan dalam pembuatan aplikasi YouTube Kids untuk menawarkan alternatif yang dirancang khusus untuk anak-anak," pungkas YouTube. (jsn/rou)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.