Jelang Festival Film Shanghai
Cina Razia DVD dan CD Bajakan
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah Cina rupanya ingin tampil apik menjelang Festival Film Shanghai ke-8. Penjual CD dan DVD bajakan pun dirazia dan dilarang berjualan. Setelah festival buka lagi?Cina akan menggelar event tahunan Festival Film Shanghai ke-8 yang akan berlangsung sembilan hari mulai Sabtu (11/6/2005). Di festival ini akan tampil 200 film pilihan dari Korea Selatan, Jerman dan Jepang.Ratusan peserta dan kalangan profesional industri film turut hadir meramaikan acara tersebut. Termasuk yang akan hadir adalah aktor film laga Hong Kong Jackie Chan, sutradara Cina Zhang Yimou dan pembuat film Jepang, Yoji Yamada.Seperti Indonesia, Cina pun terkenal dengan CD maupun DVD film bajakan yang melimpah ruah dijajakan di pinggir jalan dan di toko-toko. Untuk tidak memunculkan kesan yang agak kurang pantas itu, Cina memberlakukan sweeping penjualan CD dan DVD ilegal. Setidaknya, barang-barang itu tidak terlihat di pasaran untuk sementara hingga festival berakhir.Ini mirip sekali dengan apa yang terjadi di beberapa sentra penjualan DVD dan CD bajakan di kawasan Glodok dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Tepatnya ketika di Indonesia sedang digelar Konferensi Asia Afrika (KAA), toko-toko di kawasan tersebut tutup. Setelah KAA toko-toko itu buka lagi.Toko-toko untuk beberapa saat tidak akan mengeluarkan DVD bajakan untuk menghindari penyitaan pihak kepolisian. Pedagang kaki lima penjual keping-keping film bajakan pun terpaksa harus merasakan penjualan yang agak tersendat.Cegah MaluAksi penyisiran film bajakan ini juga bertujuan untuk mencegah rasa malu para aktor dan kalangan profesional film yang hadir jika mereka melihat versi bajakan karyanya dijual bebas. "Kami ingin menciptakan lingkungan budaya yang baik di festival film internasional dan memberikan citra yang baik bagi tamu dalam dan luar negeri," ujar Lan Yi Ming, Kepala Deputi Biro Inspeksi Kebudayaan Shanghai. Demikian seperti dilansir Associated Press dan dikutip detikinet Rabu (8/6/2005).Sabtu lalu (4/6/2005), Sekretariat Perdagangan Amerika Serikat memperingatkan Cina akan adanya sanksi politik apabila pembajakan karya intelektual masih merajalela di negara itu. Carlos Gutierrez, perwakilan Amerika Serikat di Beijing mengatakan, pihaknya belum melihat perubahan yang berarti meski Cina sudah berjanji akan memberantas perdagangan CD dan DVD bajakan. Keping bajakan, termasuk di antaranya film-film anyar yang dirilis Hollywood, biasanya sudah lebih dulu beredar di Shanghai dan wilayah Cina lainnya dengan harga kurang dari US$ 1 (Rp 9.000). Walaupun begitu, banyak juga toko-toko yang tetap menjual CD atau DVD asli. Meski pilihannya tidak banyak dan, yang lebih tidak disukai, adalah harganya yang berlipat-lipat lebih mahal dari versi bajakannya.
(wsh/)