Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
SBY: We Need ICT

SBY: We Need ICT


- detikInet

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology - ICT). Banyak hal yang dikomentari SBY, dia berkata, "We need ICT", dan menantang lembaga pendidikan untuk menciptakan sistem yang kredibel.Di konferensi yang bertajuk 'ICT untuk Indonesia' yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), tanggal 3-4 Mei 2005, SBY memang tidak sempat hadir ke ruang konferensi di Bandung. Tapi, teknologi conference call memungkinkan SBY yang tengah berada di Istana Negara, Jakarta, berkomunikasi dan bertatap wajah dengan para peserta konferensi."Sekarang, kita (pemerintah-red) ingin good governance dan pemberantasan korupsi. Untuk pemberantasan korupsi, misalnya memastikan pemasukan pajak, memastikan pendapatan BUMN agar sesuai, harus dengan online systems. We need ICT!" kata SBY, dalam kata sambutannya, sekaligus secara resmi membuka acara konferensi.SBY menyoroti sejumlah hal penting dalam pembangunan sektor ICT di Indonesia, mulai dari soal e-government, audit teknologi informasi, pengelolaan frekuensi, tarif telekomunikasi, sampai tentang tidak meratanya infrastruktur ICT di Indonesia.E-gov Dinilai Tidak BerhasilDalam paparannya, SBY menginggung program e-government (e-gov) yang dinilai tidak berhasil."Ketidakberhasilan e-gov sering terjadi karena belum dipahaminya peran teknologi informasi (TI) di pemerintahan dan kurangnya kesiapan aparat dan kurangnya e-literacy di masyarakat. E-gov, menurut SBY, jangan diartikan hanya sekedar menambahkan komputer pada kepelayanan pemerintah. Tetapi perlu dipertimbangkan juga kesiapan aparat untuk memanfaatkan teknologi informasi.SBY yakin, bahwa pemanfaatan TI akan meningkatkan kinerja pemerintahan. "Namun teknologi yang seperti apa?" tanyanya. "Saya menantang ITB dan semua lembaga pendidikan tinggi untuk betul-betul menghadirkan sistem yang kredibel. Jadi bukan semata-mata melengkapi aktivitas pemerintah dengan perangkat keras dan perangkat lunak saja," katanya.Kepada peserta konferensi SBY berkata bahwa mulai tahun ini pemerintah akan mulai menerapkan e-gov.Audit TI dan Infrastruktur yang Tidak MerataSBY juga berbicara soal audit TI. Aktivitas ini oleh banyak kalangan dinilai penting untuk dilaksanakan. Demikian halnya dengan SBY. Menurutnya, audit TI telah mulai dikembangkan di dunia. "Wajar kalau audit TI diterapkan dalam tata kelola pemerintahan," katanya.Namun, lebih lanjut SBY tidak mengatakan apakah akan menerapkannya atau tidak.Dalam konferensi yang juga dijuluki sebagai 'Dasa Sila Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bandung' (meminjam istilah Dasa Sila Bandung yang terkenal sebagai hasil konferensi Asia Afrika di Bandung, 1955), SBY juga mengkritisi tidak meratanya pembangunan infrastruktur di Indonesia.Dia melihat pembangunan infrastruktur TI masih terlalu besar di daerah kota, tapi di pedesaan masih lambat."Memang dengan teknologi satelit dan seluler hampir tidak ada masyarakat yang tidak terlayani. Tapi biayanya masih jadi hambatan," kata SBY.Tidak hanya itu, SBY juga menyoroti masalah tarif. Menurutnya, tarif jasa informasi seperti seluler dan internet harus diatur dengan peraturan yang proporsional. "Dengan peraturan yang proporsional, diharapkan masyarakat bisa menikmati dengan murah dan kualitas yang baik," tuturnya.SBY juga menegaskan, pengelolaan frekuensi harus dilakukan secara optimal, transparan, adil dan efektif. (nks/)







Hide Ads