TI KPU Ngakunya Sudah Diaudit BPK
Roy Suryo: Auditornya Ternyata Cuma Pensiunan
- detikInet
Jakarta -
Roy Suryo, pemerhati masalah teknologi informasi, mengatakan KPK perlu mengusut dugaan penyelewengan oleh tim teknologi informasi KPU. Hal itu diungkapkan oleh Roy Suryo, Senin (10/04/2005). Menurutnya, Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) perlu melakukan investigasi terhadap tim teknologi informasi (TI) Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Sudah pada tempatnya kalau KPK melakukan investigasi," ujarnya kepada detikcom.Hal itu terkait dengan temuan yang dilakukan sebuah tim yang terdiri atas Forum Transparansi Indonesia dan Masyarakat Transparansi Indonesia, Roy Suryo termasuk di dalamnya. Menurut Roy, tim itu telah melakukan kajian sepanjang pelaksanaan Pemilu 2004 dan mempresentasikan hasilnya akhir tahun lalu.Salah satu temuan dalam kajian itu, ujar Roy, adalah pengadaan printer yang tidak sesuai dokumen. "Hal itu sempat mengemuka dalam sebuah diskusi di televisi. Ketika itu Laode Ida (dari Masyarakat Transparansi -red.) menanyakan pada Ibu Chusnul Mar'iyah (dari KPU -red.) mengapa dalam laporan ada tiga printer tapi kenyataannya hanya satu," papar Roy.Dalam kesempatan itu, lanjut Roy, Chusnul menjawab bahwa pada kenyataannya memang ada tiga printer. "Padahal barangnya satu, yaitu merk-nya Canon, fungsinya multifunction dan sistemnya bubble jet. Itu disebutkan sebagai tiga," Roy menambahkan. Tidak Pernah DiauditMasih soal TI KPU, Roy mengemukakan pengalamannya ketika pemaparan hasil temuan tim mengenai dugaan penyelewengan pengadaan TI KPU. Pemaparan yang dilakukan akhir tahun lalu itu digelar di Hotel Acacia, Jakarta.Dalam pemaparan tersebut, lanjut Roy, konon ada seorang pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengingatkan bahwa pembiayaan TI KPU belum pernah diaudit secara resmi oleh BPK. Pejabat BPK, yang menurut Roy bernama Haryanto itu, mengemukakan bahwa audit pembiayaan TI KPU hanya dilakukan oleh seorang pensiunan BPK.Hal itu, ujar Roy, berlawanan dengan keterangan KPU pada saat itu yang mengatakan telah ada audit BPK. "Saya tadinya percaya bahwa memang ada auditnya, ternyata cuma pensiunan BPK," Roy menambahkan.Untuk menjawab dugaan Roy tersebut, keterangan yang jujur dari Chusnul Mar'iyah mutlak diperlukan. Jadi kita tunggu saja!
(wsh/)