Pengadu Bisa Dapatkan Rp 50 Juta

BSA Buka Hotline Software Bajakan

Pengadu Bisa Dapatkan Rp 50 Juta

- detikInet
Selasa, 22 Mar 2005 15:38 WIB
Jakarta - Anda punya informasi kantor yang memakai software bajakan atau satu lisensi untuk rame-rame? BSA siap menerima pengaduan anda. Rewardnya bisa sampai Rp 50 juta!Setelah sukses membuka layanan hotline untuk pengaduan software bajakan di Malaysia dan Singapura, aliansi bisnis piranti lunak BSA membuka layanan serupa di Indonesia. Sama seperti sebelumnya, informasi yang cespleng bisa mendapatkan hadiah hingga Rp 50 juta. Informasi yang diinginkan Business Software Alliance (BSA) adalah seputar penggunaan piranti lunak bajakan dalam jumlah besar. Khususnya untuk kalangan bisnis dan perusahaan, bukan pengguna individual.Selain itu, BSA juga mengincar informasi mengenai penyalahgunaan lisensi. Sejatinya sebuah lisensi digunakan untuk komputer dalam jumlah tertentu, misalnya satu lisensi Windows XP untuk satu komputer. Namun ada juga perilaku 'curang' dengan memasang software yang sama pada beberapa komputer. "Perusahaan sering tidak menyadari, software bajakan bukan hanya yang dibeli di jalanan. Tindakan duplikasi piranti lunak dari CD-ROM asli ke komputer dengan jumlah melebihi ketentuan lisensi juga merupakan tindak pembajakan," ujar Tarun Sawney, Direktur Anti Pembajakan BSA Asia, dalam sosialisasi hotline BSA di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (22/03/2005).BSA menyediakan nomor bebas pulsa bagi siapapun yang ingin mengadukan pelanggaran lisensi software dan penggunaan piranti lunak bajakan. Nomor 0-800-1-272-272 dapat diakses setiap hari kerja mulai pukul 8.30 - 12.00 dan 13.00 - 17.30 WIB. Di luar jam itu, pengadu bisa meninggalkan pesan.Namun, lanjut Sawney, BSA tidak mau menerima informasi tanpa nama. Penelepon harus memberikan informasi yang memadai mengenai jati dirinya dan perusahaan yang diadukan. Sawney berjanji BSA akan merahasiakan setiap penelepon.Mengenai besaran hadiah yang diterima, Sawney menjelaskan nilainya tergantung tindak lanjut investigasi yang dilakukan BSA. Nilai maksimal yang akan diberikan adalah Rp 50 juta, berarti tidak setiap penelepon akan mendapatkan uang sejumlah itu.Didukung PemerintahProgram ini mendapatkan dukungan dari pemerintah. Dirjen Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Abdul Bari Azed, mengatakan hal ini diharapkan bisa membantu menurunkan tingkat pembajakan di Indonesia.Selain itu Abdul Bari mengatakan departemennya, Departemen Kehakiman dan HAM, akan mendukung juga dari sisi regulasi. "Salah satunya lewat segera disahkannya undang-undang perlindungan saksi," ujar Bari kepada wartawan sesuasi acara tersebut.Menurut Bari software berada pada urutan ketiga pelanggaran hak cipta yang terjadi di Indonesia. Urutan pertama adalah pembajakan lagu, disusul film pada urutan kedua. Sedangkan di posisi ketiga 'duduk bersama' pembajakan buku dan software.BSA merupakan organisasi yang terdiri atas perusahaan di bidang piranti lunak. Anggota BSA mencakup Microsoft, Apple, IBM, Intel, Macromedia, Symantec dan banyak lagi. Di Indonesia organisasi ini cukup aktif membantu pemberantasan pembajakan software.Pengaduan software bajakan juga bisa dilakukan lewat internet melalui situs www.bsa.org/indonesia atau lewat e-mail indonesia@bsa.org.

(wsh/)