Kompas, KPU dan Sengatan Tajam Satria Kepencet di Milis ITB
- detikInet
Jakarta -
Satria Kepencet beraksi di mailing list (milis) Institut Teknologi Bandung (ITB). Tema tulisannya berkaitan dengan gonjang-ganjing KPU. Adalah Basuki Suhardiman yang meneruskan (forward) tulisan itu ke milis ITB. Basuki dikenal sebagai anggota Tim Teknologi KPU. Harian Kompas pun terkena sengat.Siapa jati diri Satria Kepencet? Tidak jelas. Redaktur Kompas bidang Politik dan Hukum, Budiman Tanuredjo, sudah mengontak Basuki Suhardiman menanyakan siapa jati diri Satria Kepencet. Sayangnya, Basuki mengaku tidak tahu. Basuki juga menyatakan bahwa Satria Kepencet tersebut bukanlah dirinya."Akan lebih gentle kalau Satria Kepencet mengungkapkan jati dirinya," kata Budiman kepada detikcom. Seruan Budiman tentu tidak main-main. Ini mengingat tulisan Satria Kepencet yang lumayan menyengat. Tulisan Satria Kepencet itu diposting Basuki Suhardiman di milis ITB pada Sabtu (23/4/2004). "Sebuah tudingan yang sangat serius,"ujar Budiman.Serius? Sangat. Tulisan Satria Kepencet itu berjudul Kompas: Obyektivitas Pers yang Hilang (http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg47301.html). Di milis ITB itu, Satria Kepencet menuding wartawan Kompas berinisial dik telah menerima gaji bulanan dari pejabat KPU.Bagi Kompas, penerima uang dari sumber berita adalah haram hukumnya. Pemecatan adalah sanksi yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, kata Budiman, jika tuduhan itu tak bisa dibuktikan, tentunya hal itu sudah merupakan pencemaran nama baik dan juga pembunuhan karakter."Yang amat sangat disayangkan, hal itu dilakukan oleh orang-orang intelektual yang telah menggunakan instrumen teknologi informasi untuk menista orang,"tandas Budiman. Celakanya lagi, penebaran fitnah dilakukan dengan bersembunyi di balik nama Satria Kepencet.Selain dituding dik memakan gaji bulanan dari pejabat KPU, Harian Kompas, juga dituding Satria Kepencet tidak objektif dalam berbagai tulisannya tentang KPU. Di bagian akhir tulisannya, tudingan Satria Kepencet bahkan melebar jauh hingga ke Gramedia."Kompas juga terlibat dalam proyek percetakan surat suara melalui Gramedia. Pada percetakan surat suara Pilpres pertama, Gramedia bahkan dipanggil langsung oleh ketua panitia tender percetakan surat suara HA, tanpa sepengetahuan PT Temprina sebagai pimpinan konsorsiumnya. Hasilnya, Gramedia berdiri sendiri dan tidak berada lagi dalam konsorsium," demikian tulis Satria Kepencet.Aksi Satria Kepencet di Milis ITB sebenarnya sudah beberapa kali. SatrioaKepencet bisa beraksi di Milis ITB -- sekali lagi -- berkat tangan Basuki Suhardiman. Dialah yang dua atau tiga kali memforward tulisan Satria Kepencet. Tulisan pertama Satria Kepencet muncul pada Kamis (14/4/2005). Judulnya : Sebuah Drama Picisan (http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg46819).Tulisan ini menguak data dan fakta tentang gonjang ganjing yang menerpa KPU seiring dengan penangkapan Mulyana W Kusumah oleh KPK. Korban serangan Satria Kepencet adalah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas dan tentu saja auditor BPK Khairiansyah Salman. Salah satu serangan Satrio Kepencet adalah dengan menyebut Khairiansyah Salman adalah anggota MTI yang didirikan oleh Erry Riyana. Sabtu (16/5/2005) Erry Riyana membantah. Kepada wartawan di kantor KPK, Erry menyatakan bahwa Khairiansyah Salman tidak pernah dan bukan anggota MTI. Wartawan mengkonfirmasi kepada Erry setelah tulisan yang diforward Basuki Suhardiman di milis ITB itu menyebar. Tudingan itu dinilai Erry terlalu mengada-ada. "Itu imajinasi kreatif defensif. Kejauhan,"tandas Erry kepada detikcom.Siapa sebenarnya Satrio Kepencet? Tidak jelas. Kuncinya ada di tangan Basuki Suhardiman, yang sejauh ini sebagai pihak yang menerima email dari Satria Kepencet, sebelum kemudian email itu diforward ke Milis ITB. Saat dikonfirmasi detikcom, Basuki juga mengaku tak tahu siapakah Satria Kepencet itu. Basuki mengaku hanya menerima e-mail yang ditulis Satria Kepencet saja yang kemudian diteruskannya ke milis ITB.Namun, dari membaca tulisannya, bisa ditebak, Satria Kepencet adalah orang yang tidak jauh dari lingkar dalam di KPU. Malah kalangan wartawan yang ngepos di KPU menduga, Satria Kepencet tak lain orang lingkar dalam KPU sendiri.Itu tercermin dari banyak detil-detil data yang diungkapkan dalam tulisannya. Detil-detil yang tidak mungkin diketahui oleh orang yang berada di lingkar luar KPU.Dalam dua atau tiga tulisan Satria Kepencet yang diforward Basuki Suhardiman ke Milis ITB, memiliki ciri yang khas. Menyerang banyak orang dan pihak, sekaligus membela anggota KPU, Chusnul Mar'iyah (CM). Chusnul adalah atasan Basuki Suhardiman di Tim TI KPU.
(wsh/)