Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Soal Audit BPK
Tim TI KPU: Kami Cuma Terlambat!
Soal Audit BPK

Tim TI KPU: Kami Cuma Terlambat!


- detikInet

Jakarta - Dugaan BPK mengenai penyimpangan pada proyek pengadaan TI KPU telah dijawab oleh KPU. Menurut anggota tim TI KPU jawaban itu cuma terlambat. Hal itu dikemukakan Basuki Suhardiman, anggota tim teknologi informasi (TI) KPU, saat berbincang-bincang lewat telepon dengan detikinet, Senin (25/04/2005). Hal ini terkait dengan terungkapnya sebuah dokumen Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai dugaan penyimpangan di KPU.Seperti terungkap dalam dokumen BPK, ada dugaan penyimpangan pada pengerjaan raised floor untuk Disaster Recovery Center (DRC) sistem TI KPU. Akibatnya, konon negara dirugikan Rp 154 juta atau tepatnya Rp 154.098.910.Basuki menampik hal itu. "Yang sebenarnya begini, kita sudah ada draft jawaban kenapa ada Rp 154 juta itu. Cuma mungkin BPK menerimanya terlambat. BPK menanyakan kok ada yang gak terpasang, waktu itu belum kita jawab. Tetapi kemudian kita jawab, hanya terlambat," Basuki menjelaskan.Menurut Basuki raised floor yang dimaksud tidak dapat dipasang pada lokasi DRC sistem TI KPU karena ruangannya terlalu rendah sehingga perangkat akan menabrak atap jika itu tetap dipasang. Pada akhirnya, lanjut Basuki, raised floor tersebut dipasang pada ruang operator. Peneliti pada Computer Network Research Group (CNRG) Institut Teknologi Bandung ini tetap yakin bahwa tidak ada penyimpangan dalam TI KPU. "Insya Allah kita yakin karena semua proses kita bisa lihat, prosedur kita ikuti semua, karena kita tahu yang diperiksa kan yang tertulis," ujar Basuki.Basuki juga menampik kecurigaan pihak TI KPU 'main mata' dengan auditor BPK. "Pertama, yang kemarin dianggap 'main mata' saja ketangkap, apalagi kita. Kedua, kita gak punya duit," ia menuturkan.'Misteri' Mundurnya Profesor ToeminSeusai proses tender pengadaan TI KPU dilakukan, terjadi peristiwa yang cukup 'ganjil'. Hal itu adalah mundurnya Profesor Toemin A. Ma'soem dari KPU. Sebelumnya Toemin adalah Ketua Tim Ahli TI KPU.Mundurnya Toemin kemudian dikaitkan dengan adanya 'jamuan terimakasih' dari pemenang tender kepada Tim TI KPU. Basuki tidak menampik adanya jamuan tersebut. "Memang. Sebenarnya setelah selesai tender, setelah jadi pemenang mereka menjamu, masa' ditolak?" ujarnya.Namun Basuki enggan mengonfirmasi bahwa hal itu penyebab mundurnya Toemin. "Karena mungkin berbeda prinsip, dalam tanda kutip. Tapi prinsip yang mana saya gak tahu juga," ia menambahkan.Basuki juga meragukan bahwa mundurnya Toemin adalah alasan pribadi. Bahkan, Basuki menuturkan, ketika itu jajaran KPU sempat meminta agar Toemin tidak mundur dari jabatannya.Mundurnya Toemin ketika itu juga membawa perwakilan akademisi Universitas Indonesia (UI) dari Tim TI KPU. Menurut Basuki, hal itu wajar-wajar saja mengingat Toemin memang ditunjuk mewakili UI, tepatnya kalangan ahli TI di UI.Basuki mengaku merasa 'tidak enak' dengan pencantuman inisial Toemin dalam dokumen BPK. "Seolah-olah kami (Tim TI -red.) yang ngumpanin, padahal tidak. Mungkin itu (pencantuman nama Toemin -red.) karena waktu (tender) itu Ketua Tim Ahli-nya Pak Toemin," Basuki menambahkan. (wsh/)





Hide Ads
LIVE