Tak Ada Manual Bahasa Indonesia
Polisi Makassar Sita Dagangan Komputer
- detikInet
Jakarta -
Beberapa toko komputer di Makassar mengalami sweeping dan penyitaan barang oleh Kepolisian. Akar masalahnya adalah nihilnya pedoman dalam Bahasa Indonesia.Penyitaan yang didahului oleh sweeping itu dikisahkan Wandy Effendi, salah satu pimpinan di toko komputer Elextra Komputer Makassar. Saat dihubungi detikinet, Senin (25/04/2005), Wandy menyebutkan sweeping itu terjadi petang hari waktu setempat (WITA).Menurut Wandy, beberapa orang polisi dari Kepolisian Kota Makassar Timur mendatangi tokonya dan meminta untuk melihat gudang. "Mereka tidak mau yang sedang didisplay, mereka mau melihat ke ruang penyimpanan," tutur Wandy. Setelah di sana, tutur Wandy, petugas kepolisian itu memeriksa produk-produk yang ada. Beberapa produk yang tidak memiliki pedoman dalam Bahasa Indonesia disita. Barang yang diperiksa termasuk monitor, printer dan optical drive seperti CD-ROM dan DVD-ROM.KekhawatiranWandy khawatir hal ini akan berlangsung lagi. Ia juga mengaku mendapat kabar dari beberapa rekan pedagang komputer di Makasaar yang juga mengalami hal sama. Oleh karena itu ia menyebarluaskan berita mengenai hal itu di mailing list Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). Menurut Wandy, apa yang dilakukan oleh Kepolisian itu memang memiliki dasar hukum. "Hanya kalau untuk optical drive saya belum tahu (dasar hukumnya). Yang saya bingung kok optical drive juga ikut diangkut, padahal setahu saya optical drive tidak termasuk, karena bukan player langsung," ujarnya.Hal lain yang membuat Wandy heran, sweeping tersebut tidak melibatkan Apkomindo. "Setahu saya, anggota kepolisian harus didampingi perwakilan Apkomindo dan Deperindag (Departemen Perindustrian dan Perdagangan -red.). Kalau dari Deperindag saya tidak tahu, mungkin tadi ada. Tapi yang pasti tidak ada dari Apkomindo," tutur Wandy.Ia mengaku khawatir sweeping itu akan dimanfaatkan oleh oknum kepolisian untuk hal-hal yang tidak terpuji. Dirinya dipanggil untuk memberi keterangan pada pihak kepolisian besok, Selasa (26/04/2005).Beberapa produk yang disita dalam peristiwa itu termasuk monitor merk AOC jenis LCD dan CRT, monitor ACER jenis LCD dan optical drive DVD ASUS, CDROM ASUS, serta DVD Samsung.
(wsh/)