Senin, 09 Okt 2017 17:17 WIB

Mesin Sensor Internet Kejar 30 Juta Konten Porno

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memanfaatkan mesin sensor internet untuk menangkal konten negatif di internet, termasuk pornografi.

Begitu diucapkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat mengungkapkan target penggunaan mesin sensor internet.

"Saya akan fokuskan ke pornografi dulu, saat ini yang beredar itu sekitar 28-30 juta konten pornografi, sekarang baru di 700 ribu konten pornografi," ujar Semual di Kementerian Kominfo, Senin (9/10/2017).

Semuel menjelaskan pornografi menjadi incaran utama pemanfaatan mesin sensor internet karena kategori tersebut lebih banyak beredar ketimbang konten negatif lainnya yang ada di dunia maya.

"Dalam waktu dekat, saya ingin setengahnya dari (30 juta konten negatif) ditapis tapi kalau bisa sebanyak-banyaknya mendekati 30 juta. Kenapa fokus ke pornografi? karena kejahatan seks itu tinggi, kemarin saja baru ditangkap pedofil. Itu sudah sangat meresahkan masyarakat," ucapnya.

Untuk saat ini, mesin sensor internet tersebut belum bisa dioperasikan karena baru selesai dilakukan tender oleh Kementerian Kominfo. Proses tender berlangsung sejak 30 Agustus 2017 dan baru diumumkan pemenangnya pada 6 Oktober 2017. Setelah itu, memasuki masa sanggah mulai dari 6-10 Oktober 2017 yang diakhiri penandatangan kontrak pada 12 Oktober 2017.

Lelang mesin sensor internet dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

Kominfo pun menargetkan mesin sensor akan resmi dioperasikan pada awal tahun depan. "Januari 2018 mesin ini sudah bisa jalan (beroperasi)," ucap dirjen yang akrab disapa Semmy ini. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed