Jumat, 06 Okt 2017 23:26 WIB

Kominfo Umumkan Pemenang Tender Mesin Sensor Internet Rp 211 Miliar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja mengumumkan pemenang proyek pengadaan mesin sensor internet dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar.

Pemenang tendernya adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti). BUMN ini berhasil memenangkan proyek pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif atau mesin sensor internet.

Lelang mesin sensor internet ini digelar oleh Kominfo sejak 30 Agustus 2017 lalu. PT Inti berhasil mengalahkan 71 peserta yang mengikuti lelang. Menariknya, PT Inti merupakan satu-satunya peserta lelang mesin sensor yang lolos tahap kualifikasi, administrasi, hingga teknis.

Berdasarkan informasi yang tercantum di situs LPSE Kominfo, menyebutkan nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500.000, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792.

Ini Dia Pemenang Tender Mesin Sensor Internet Rp 211 MiliarFoto: Pemenang Tender Mesin Sensor Internet


Sedangkan PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

"Pemenang sudah diumumkan. Nanti (Senin 9 Oktober 2017) ada konferensi pers, pak Dirjen Aptika (Semuel Abrijani Pangerapan) akan sampaikan (detail penjelasanya) dalam konferensi pers," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Pengumuman tender ini akan menyediakan masa sanggah yang berlaku mulai 6-10 Oktober 2017. Kemudian dilanjutkan dengan surat penunjukan penyedia barang/jasa pada 11 Oktober 2017 dan diakhiri penandatangan kontrak pada 12 Oktober 2017.

Peralatan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif atau mesin sensor internet yang dilakukan Kominfo adalah untuk pengembangan program Trust+.

Sebelumnya, pengadaan mesin sensor internet ini disebut-sebut menjalankan Deep Packet Inspection (DPI). Sistem DPI ini dikhawatirkan akan memata-matai informasi pengguna di internet, karena memiliki kemampuan untuk penambangan data, penyensoran, dan penyadapan. (rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed