Jumat, 11 Agu 2017 09:52 WIB

Perempuan Misterius 'Penyambung Lidah' Telegram di Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Aplikasi Telegram. Foto: Getty Images Aplikasi Telegram. Foto: Getty Images
Jakarta - Telegram menjadi pengecualian dari platform asing sejenis di mana mereka tidak diharuskan membuka kantor di Indonesia. Sebagai gantinya, Telegram telah menunjuk representatif di sini meskipun identitasnya masih misterius. Yang bisa dipastikan, dia adalah seorang wanita.

Keistimewaan' Telegram karena perusahaan ini mengusung konsep organisasi nonprofit sehingga orientasinya tidak komersial. Hal itu berbanding terbalik dengan perusahaan sekaliber Facebook, Twitter, ataupun Google.

Ditunjuknya perwakilan Telegram tersebut karena sebelumnya komunikasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Telegram tidak berjalan lancar. Pengajuan penurunan konten negatif dari Kominfo diabaikan oleh Telegram sedari 2016.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan kepada CEO Telegram Pavel Durov saat menyambangi Indonesia (1/8/2017), agar layanan pesan instan besutannya mempunyai perwakilan di Indonesia. Dan, Durov pun menyetujuinya.

"Mereka yang tunjuk agar berkomunikasi lebih baik," ucap Rudiantara.

Menkominfo menyatakan bahwa perwakilan Telegram tersebut saat ini sudah ada. Mengenai identitasnya, ia masih enggan untuk memberitahukannya.

Rudiantara lantas mengatakan bahwa informasi itu berada di wilayah kewenangan Telegram. "Yang tunjuk Pavel untuk wakil Telegram di Indonesia. Sudah bicara, seorang wanita," sebutnya. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed