BERITA TERBARU
Selasa, 01 Agu 2017 18:44 WIB

Pavel Durov: Komunikasi Privat di Telegram Mustahil Dibuka

Agus Tri Haryanto - detikInet
Pavel Durov. Foto: Ari Saputra Pavel Durov. Foto: Ari Saputra
Jakarta - CEO Telegram Pavel Durov menegaskan takkan membuka enkripsi layanannya kepada pihak lain meskipun itu permintaan dari pemerintah suatu negara.

Pernyataan tersebut terucap mulut Durov ketika mendapatkan pertanyaan mengenai kemungkinan Telegram membuka enkripsi terkait konten terorisme. Seperti diketahui, salah satu alasan pemblokiran Pemerintah Indonesia ini kepada Telegram karena layanannya sering dimanfaatkan untuk jalur komunikasi para pelaku teroris.

"Untuk kami itu adalah sesuatu yang tidak terpikirkan. Basis Telegram yaitu 100% privasi komunikasi. Itu kenapa perusahaan kami ada dan jika kita menerima permintaan tersebut, maka saya tidak akan berada di sini sekarang," tegas Durov di Kementerian Kominfo, Selasa (1/8/2017).

Pertemuan singkat antara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Telegram ini membahas mengenai upaya mematikan saluran atau channel yang ada di platform-nya, di mana isinya sudah berbahaya seperti mengandung propaganda terorisme dan radikalisme.

"Anda tahu bahwa Indonesia adalah negara yang saya suka, kita punya 20 ribu pengguna yang mendaftar setiap harinya, sementara secara global kita memiliki 600 ribu pengguna yang mendaftar setiap harinya. Jadi, Indonesia itu penting tapi kita juga punya dukungan privasi secara global," kata pria 32 tahun ini.

"Kami tidak akan membuat pengecualian khusus untuk sejumlah negara bahkan untuk negara yang indah seperti Indonesia. Tapi saya mengerti, privasi komunikasi dinyatakan dalam konstitusi di Indonesia. Saya tidak ada masalah menjalankan operasi Telegram di sini dengan privasi yang ketat," tuturnya.

Saksikan video 20detik tentang Pavel Durov di sini:




Solusi yang ditawarkan adalah Telegram berjanji akan sigap mematikan saluran yang berisikan propaganda terorisme atau kejahatan anak. "Kami berharap bisa melakukannya dengan cepat dan tepat sasaran," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan topik pembahasan mereka dengan Telegram.

"Ini yang kita bicarakan adalah propaganda yang di channel-channel. Memang itu yang banyak orang melakukan propaganda di channel publik mereka, tapi kalau pembicaraan privat itu tidak bisa sesuai dengan Undang-Undang Telekomunikasi, negara harus melindungi privasi, apapun isinya," kata Semuel. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.