Greyball, aplikasi yang dimaksud disebut mampu 'menyelamatkan' pengemudi Uber dari 'jebakan' aparat hukum. Caranya adalah dengan menandai penggunaan kartu kredit yang dimiliki oleh aparat hukum, untuk pemesanaan layanan Uber.
Bila ditemukan kartu kredit yang dicurigai, aplikasi Uber akan menolak pesanan yang datang. Di sisi lain, pada layar ponsel pemesan akan muncul tampilan yang seakan-akan ada mobil Uber di sekitar namun tidak merespon pesanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi beredar kabar kalau Greyball sempat dimanfaatkan Uber di wilayah-wilayah tertentu di AS di mana layanannya belum disahkan. Yang mana penggunaannya bisa membuat pengemudi Uber untuk mengidentifikasi pemesan, apakah pihak berwajib atau atau benar pengguna.
Tapi Uber punya versinya sendiri menanggapi tudingan yang muncul. Layanan penyedia transportasi ini menyebut penggunaan Greyball dilakukan dengan tujuan untuk melindungi para pengemudinya dari ancaman pengguna yang punya maksud buruk.
Kegunaan Greyball salah satunya dimanfaatkan Uber untuk menghindari pesanan dari para pengemudi taksi resmi yang ingin menjebak pengemudi Uber, ketika protes kehadiran taksi online memanas beberapa waktu silam.
"Program ini (Greyball -red) menyangkal pemesanan oleh pengguna yang dianggap melanggar persyaratan layanan kami," kata Uber ketika itu.
Selain Departemen Hukum AS, Uber juga bakal menghadapi rencana investigasi yang akan segera dilakukan Pemerintah wilayah Northern California, AS atas dugaan penggunaan Greyball di daerahnya. (yud/fyk)