Kepala Pusat Literasi dan Profesi SDM Informatika Kominfo Hedi M Idris mengatakan berdasarkan survei PBB soal indeks e-goverment, Indonesia masih tertinggal dibanding negara di Asia Tenggara. Kita berada diurutan ke-116.
Karena itu perlu upaya untuk mempercepat penerapan e-goverment di seluruh daerah. Salah satunya meningkatkan kualitas SDM yang menjadi faktor penting dalam mewujudkan e-goverment di Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kominfo pun berupaya menggelar lebih banyak pelatihan untuk membuat PNS lebih melek TIK. Salah satu yang telah berjalan adalah pelatihan Information Technology Capacity Building for Central and Local Government yang berkolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA).
Bicara tantangan lain yang dihadapai pemerintah adalah soal infrastruktur. Kondisinya saat ini masih belum merata koneksi internet di Indonesia. Ada beberapa daerah malah belum terjangkau sama sekali.
"Kualitas infrastruktur kita saat ini memang jadi tantangan besar bagi pelaksanaan e-goverment. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatasi hal ini," ungkap Nusriwan, Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) di tempat yang sama.
Pemerintah saat ini tengah ngebut membangun infrastrukut di berbagai daerah. Palapa Ring menjadi upaya untuk menyelimuti seluruh daerah di Indonesia dengan broadband.
Selain itu, pemerintah juga membuat roadmap pengembangan e-goverment. Karena lintas departemen, roadmap ini masih terus digodok. "Sedang dibahas antara Bappenas dan Menpan. Kominfo akan bantu pelatihannya," pungkas Nusriwan. (afr/rou)