Seperti diceritakan Rosi Dwi Handoko, Jumat (6/11/2015) ke redaksi@detik.com, pada 2014 lalu dia memasang iklan menjual laptop di situs jual beli. Tunggu punya tunggu yang datang bukannya pembeli malahan penipu. Saat harga sudah disepakati, mulailah gelagat penipuan.
"Dan dia pun mengatakan akan mentransfernya, dan mengambil barang dengan kurir. Anehnya saat dia bilang telah transfer, saldo di ATM saya tetap tidak ada perubahan, saya sudah menebak itu penipuan, dan orang itu berkali-kali ngotot sudah transfer bahkan dia sambungkan saya dengan call center (sebuah bank) mungkin pintar-pintarnya dia saja," jelas Rosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah ternyata semua masih berjalan normal tidak trouble, detik itu juga saya pastikan itu penipuan dan tidak saya jawab lagi telepon dari orang itu," urai dia.
Beruntung Rosi belum mengikuti perintah pelaku untuk lewat telepon untuk mengotak-atik ATM sampai mentransfer uang. Modus memberi perintah ke ATM dan mengecek saldo ini mirip dengan geng 'Mama Minta Pulsa'.
(jsn/ash)