Dalam jumpa pers di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Menkumham Amir Syamsudin yang ditemani oleh Dirjen HKI Ahmad Ramli memaparkan sejumlah aksi nyata pemerintah dalam memerangi pembajakan.
Disebutkan pada hari Jumat, 1 Februari 2013 lalu, Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran HKI beserta tim gabungan yang terdiri dari PPNS Ditjen HKI (10 personil), tim Polhukam (3 personil), tim PPNS Kanwil Hukum dan HAM DKI (4 personil), dan tim Polsek Taman Sari (15 personil), telah merazia Glodok Plaza di tiga titik (LGF 35, LGF 44, LGF 1&2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini razia terbesar yang pernah kami lakukan. Dan razia seperti ini akan terus kami gencarkan tahun ini demi memulihkan reputasi Indonesia di mata dunia bahwa kita ini bukan negara pembajak," kata Amir di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (11/2/2013).
Razia yang digelar sejak pukul 09.00 hingga 21.00 WIB pada 10 hari yang lalu itu merupakan kelanjutan dari penindakan pabrik VCD dan DVD bajakan milik PT Laserindo Inti Utama di komplek pergudangan Miami, Kapuk, Jakarta Utara, yang digrebek pada 17 Desember 2012.
"Di TKP gudang Miami, PPNS menemukan barang bukti setengah karung Policarbonate dan setengah karung VCD yang telah dihancurkan oleh pemilik. Barang bukti ini telah disita dan dibawa ke kantor HKI. Tersangka Yusuf dan saksi Gunardi juga telah kami panggil dan telah diperiksa pada 21 Januari 2013," papar Menkumham.
Dalam kesempatan ini, musisi senior Sam Bimbo yang juga hadir dalam jumpa pers ikut memberikan apresiasi kepada para penegak hukum dan Timnas HKI.
"Selama karir saya bermusik 30 tahun lebih, ini razia terdahsyat yang pernah saya ketahui. Karena sebelumnya razia selalu bocor. Jadi saya sangat appreciate. Saya yakin dengan aksi seperti ini seniman tidak patah semangat dalam menciptakan karya seni. Saya juga berharap, pemberantasan pembajakan ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa diberantas 100%," papar Sam.
(rou/ash)