Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Huawei Sesalkan Tudingan dan Pemblokiran AS

Huawei Sesalkan Tudingan dan Pemblokiran AS


- detikInet

ilustrasi (ist)
Jakarta - Huawei langsung merespons hasil investigasi dari Komite Intelijen AS bentukan parlemen yang menyarankan seluruh perusahaan di Amerika Serikat untuk menghindari bekerjasama dengan pihaknya dan ZTE, vendor teknologi lainnya yang juga berasal dari China.

Dalam sanggahan yang dikirimkan Huawei kepada detikINET, Jumat (19/10/2012), hasil investigasi yang memakan waktu 11 bulan itu dinilai gagal menyediakan informasi jelas atau bukti untuk mendukung keabsahan kekuatiran Majelis Komisi Intelijensia Terpilih Tetap AS.

Padahal menurutnya, "Amerika Serikat adalah negara hukum, dimana semua dugaan dan tuntutan harus berdasarkan bukti dan fakta yang kuat."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Huawei berharap, penyelidikan bisa dipastikan akan didasari dengan fakta dan obyektif dalam tinjauan kegiatan usaha, dan isu cyber-security global.

Selama 11 bulan terakhir, Huawei mengaku telah bekerjasama dengan pihak Komisi secara terbuka dan transparan, serta menjalin hubungan dengan itikad baik dimana tim manajemen teratas telah berkali-kali bertatap muka dengan anggota komisi di Washington DC, Hong Kong, dan Shenzhen.

Huawei mempersilahkan komisi memeriksa kawasan Litbang, pusat pelatihan dan pusat pabrik, serta memberikan banyak berkas, termasuk di antaranya daftar anggota direksi dan dewan pengawas selama 10 tahun terakhir, dan data penjualan tahunan sejak berdiri di tahun 1987.

Perusahaan asal China itu juga membuat daftar karyawan pemegang saham, keterangan saham yang mereka pegang, serta keterangan sumber pendanaan dan kegiatan keuangan kepada Komisi.

Huawei juga mengaku telah menerapkan pendekatan transparan dalam menyediakan keterangan demi memastikan hasil yang berdasarkan fakta dan tidak bias, dengan harapan agar Komisi obyektif dalam peninjauan kegiatan usaha dan persoalan cyber security global, serta mampu menjernihkan persepsi yang salah akan Huawei.

"Namun, kendati Huawei sudah berusaha sebaik mungkin, Komisi tampaknya memiliki hasil yang sudah ditentukan sebelum penyelidikan selesai sebagaimana mestinya," sesal Huawei dalam pernyataannya.

Para pejabat Komisi mengemukakan dalam dengar pendapat bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh pihak komisi bukanlah perselisihan politik atau paham proteksi dagang yang ditutupi sebagai keamanan nasional.

Sayangnya, laporan Komisi disesalkan vendor itu tidak hanya mengabaikan jejak hasil pekerjaan Huawei, baik di keamanan jaringan Amerika Serikat dan dunia, tetapi juga tidak menghiraukan sejumlah besar fakta yang disediakan.

"Bahkan sebelum penyelidikan dimulai, Ketua Komisi mengatakan kepada media bahwa 'Saya tetap pada pendirian saya untuk menghimbau komunitas bisnis Amerika berhati- hati dalam menggunakan teknologi Huawei hingga kita dapat menentukan motif mereka sepenuhnya'."

Laporan yang diterbitkan oleh Komite Intelijen AS akhir-akhir ini, diklaim Huawei, mengandung beragam spekulasi atas tuduhan yang tidak ada.

Laporan ini katanya tidak membahas tantangan yang dihadapi industri TIK. Hampir setiap lembaga TIK menjalankan penelitian dan pengembangan, penyandian perangkat lunak, kegiatan produksi global.

"Mereka berbagi rantai pasokan yang sama dan tantangan terhadap keamanan jaringan berada di luar kuasa perusahaan dan negara. Laporan Komisi benar-benar mengabaikan fakta ini."

Huawei menduga bahwa satu-satunya tujuan dari laporan tersebut adalah untuk menghambat persaingan dan menghalangi perusahaan TIK China memasuki pasar Amerika Serikat.

"Huawei adalah perusahaan Global Fortune 500 dengan kepemilikan oleh karyawannya. Selama 25 tahun terakhir, memegang prestasi terhormat. Pelanggan dan rekanan Huawei menyadari bahwa laporan ini tidak mengubah fakta bahwa keamanan dan integritas solusi Huawei yang terkenal di kalangan industri," tulis Huawei.

"Saat ini, integritas pekerjaan Huawei dan mutu serta keamanan produk kami terbukti di 140 negara, seluruh dunia. Lebih dari 500 operator menggunakan solusi Huawei dan produk Huawei telah melayani lebih dari tiga miliar manusia seluruh dunia."

(rou/rou)





Hide Ads