Pengambilan data secara ilegal itu dilakukan saat mobil Google Street View melintasi area perumahan dan perkantoran bisnis yang memiliki jaringan akses Wifi yang terbuka.
Google Street View sendiri adalah mobil yang dirancang untuk mengambil foto-foto jalan yang ada di seluruh dunia untuk database Google Maps. Nah, selain menyusuri jalan dari kota ke kota, Google katanya juga ikut mengumpulkan informasi rahasia lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus yang telah berlangsung sejak Januari 2008 hingga April 2010 ini ditampik Google sebagai kejadian yang tak disengaja. Raksasa search engine ini pun merasa tak salah di mata hukum.
Teknisi Google yang terlibat dalam proyek ini juga berlindung di balik amandemen kelima dalam Undang-undang AS tentang hak untuk tetap diam ketika dipanggil oleh FCC.
Hingga saat ini, kedalaman informasi apa saja yang sudah dikorek habis-habisan oleh Google dari masyarakat setempat masih buram. FCC sendiri menuding alasan yang dikemukakan Google hanya akal-akalan saja untuk terus menghambat penyidikan
"Selama berbulan-bulan, Google sengaja menghambat dan menunda penyidikan dengan tidak menanggapi permintaan atas materi informasi dan memberikan bukti serta verifikasi tanggapan yang kami minta," demikan tulis FCC dalam laporan kasusnya.
Praktik dugaan pencurian data ilegal ini juga menjadi perhatian serius dari para pihak berwajib di Kanada dan sejumlah negara di Eropa, termasuk Prancis dan Belanda.
Google sendiri membukukan pendapatan USD 37 miliar--sekitar Rp 336,7 triliun pada 2011 lalu.
(rou/rou)