Adalah farmasi dari Kanada yang mengiklankan resep obat-obatan di program iklan Google, AdWords dan mengimport obat-obatan tersebut ke Amerika Serikat. Transaksi penjualan resep obat ini pun tanpa disertai izin dari praktisi medis.
Dari investigasi yang dilakukan, diketahui bahwa pada tahun 2003 Google sebenarnya mengetahui hal ini. Meskipun dia memblokir iklan farmasi di negara lain, namun entah kenapa farmasi dari Kanada ini dibolehkan melanjutkan iklannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denda ini memaksa perusahaan raksasa tersebut mengembalikan semua pendapatan yang didapat dari iklan itu. Angka ratusan juta dollar tersebut juga termasuk pendapatan yang didapat oleh si pengiklan, demikian dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Jumat (26/8/2011).
(sdj/ash)