Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AS Tutup Penyebar Miliaran Spam

AS Tutup Penyebar Miliaran Spam


- detikInet

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) bekerjasama dengan Microsoft mengklaim telah menutup sumber email sampah atau spam terbesar di dunia. Jaringan komputer terinfeksi virus (botnet) berskala internasional tersebut, diketahui sangat produktif menyebarkan spam ke pengguna komputer di seluruh dunia.

Botnet Rustock, sumber spam tersebut, diketahui telah bertahun-tahun menghasilkan miliaran email sampah setiap harinya. Adapun isi email tersebut biasanya berupa iklan farmasi ilegal dan obat kuat lelaki.

Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Selasa (22/3/2011), awal pekan ini, firma keamanan komputer dan internet memberikan laporan bahwa trafik email dari Rustock benar-benar tumbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini kabarnya belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah laporan lain dari firma keamanan komputer SecureWorks yang dirilis Febarurari 2011 menyebutkan bahwa Rustock merupakan sumber spam terbesar di dunia.

Dalam aksi memberangus spam ini, Microsoft atas dukungan pemerintah AS menyita semua server yang diperkirakan telah secara diam-diam mengendalikan jutaan PC Windows untuk menyebarkan spam.

"Kami rasa, ini 100 persen efektif," kata Pengacara Senior Microsoft Divisi Digital Crimes, Richard Boscovich.

Para pelaku kriminal dibalik penyebaran spam ini dinamakan oleh Microsoft dalam gugatan hukumnnya sebagai 'John Does 1-11'.

Agar bisa mendapatkan perintah pengadilan yang memberi kuasa untuk 'memenggal' botnet penyebar spam tersebut, Microsoft mengajukan tuduhan bahwa 'John Does' telah melanggar merek dagangnya di beberapa spam yang disebarkan.

(rns/wsh)




Hide Ads