Tindakan ini merupakan bagian dari kampanye memerangi pembajakan yang gencar dilakukan China sejak Oktober 2010. Muncul atas desakan Amerika Serikat (AS) dan negara lain yang menjadi partner perdagangan China, negeri tirai bambu ini berupaya membasmi keberadaan berbagai produk tiruan.
Dikutip detikINET dari Business Week, Selasa (15/3/2011), aksi 'bersih-bersih' yang dilakukan China kali ini mengumpulkan 26 ribu ponsel bermerek Nokia dan Apple palsu, tiruan jam merek Rolex, tas Louis Vuitton, komponen otomotif, DVD dan bermacam pakaian merek terkenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan pula oleh kantor berita Xinhua, 23 orang di Jingzhou, provinsi Hubei, ditangkap karena diketahui memproduksi obat-obatan palsu. Sebanyak 100 juta kapsul obat palsu yang diisi campuran serbuk gergaji dan tepung terigu dijual menggunakan merek obat ternama.
Obat-obatan tersebut diiklankan dan dijual melalui email dan internet. Namun hingga saat ini belum ada laporan keracunan akibat menenggak obat palsu tersebut.
(rns/wsh)