"Sama sekali tidak ada maksud untuk memutus masa kerja para pengurus ID-SIRTII," tegas Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).
Gatot melihat, peran ID-SIRTII dalam mengawal perkembangan internet Tanah Air begitu penting. Peran organisasi yang diketuai oleh Richardus Eko Indrajit itu beberapa di antaranya berperan untuk membantu dalam proses filtering, kompilasi log file, pelacakan, serta jadi acuan bagi penegak hukum yang tengah mengadakan penyidikan terkait aktivitas internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan dana yang tersendat untuk ID-SIRTII sendiri dikatakan Gatot kira-kira sudah dua bulan lamanya. "Mereka (pengurus ID-SIRTII-red.) belum protes, justru Kominfo yang tahu diri, ini di luar kemampuan. Kalau kondisi normal harusnya tidak ada masalah," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas ID-SIRTII kini tengah mati suri. Organisasi yang harusnya menjadi pengawas internet Indonesia itu sekarang tidak lagi melakukan monitoring untuk pencegahan aksi kejahatan online. Alhasil, keamanan para pengguna internet pun terancam.
"Kita sekarang lumpuh total tidak ada monitoring, tidak ada layanan. Kalau dikontak counterpart di luar negeri, misalnya ada insiden, ya sudah good bye. Berdoa saja internet di Indonesia tetap aman," sesal salah satu sumber di ID-SIRTII kepada detikINET.
Para karyawan ID-SIRTII bukannya tidak mau bekerja. Namun hal ini lantaran ID-SIRTII dikatakan sudah tidak memiliki staf, tidak punya bandwith, tidak punya link buat monitor, dan tidak punya manajer. Praktis seperti awal tahun 2008, lanjut sumber tersebut.
Kementerian Kominfo -- selaku lembaga pemerintah yang membawahi ID-SIRTII -- berkilah lambatnya pasokan dana untuk anggaran operasional tersebut terjadi lantaran masalah klise dan bersifat administratif.
Yakni akibat imbas dari restrukturisasi Kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring tersebut. "Sama sekali tidak ada niat untuk membekukan ID-SIRTII, secapat mungkin akan kita selesaikan masalah ini. Mungkin dalam beberapa minggu ke depan," pungkas Gatot. (ash/fyk)