Buktinya, dua warga Venezuela akhirnya harus berhadapan dengan tuntutan 11 tahun penjara setelah mengkritik sistem perbankan di negara itu. Ya, mereka adalah seorang wanita berusia 35 tahun dan pria berusia 41 tahun. Lima belas pengguna internet lainnya yang melakukan hal serupa kemungkinan akan menghadapi tuntutan yang sama.
Kedua warga Venezuela itu dituduh telah melanggar aturan yang melarang penyebaran desas-desus palsu tentang guncangnya perbankan nasional. Sebuah topik yang dirasa kurang pas di tengah-tengah kesulitan ekonomi di negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, ini bukan kali pertama Chavez memperluas kontrol ketat media dunia maya. Pada Maret lalu, Presiden Venezuela ini juga meminta parlemen negaranya untuk membuat undang-undang yang mengatur tentang internet. Termasuk kemungkinan pemblokiran situs dan pembatasan akses penyedia layanan internet.
Sayangnya, penyensoran yang dilakukan Chavez dirasa malah bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri. "Kami ingin melihat Chavez membiarkan orang lain bebas berekspresi seperti yang ia lakukan," tutup Morillon seperti dikutip detikINET dari Forbes, Rabu (14/7/2010). (feb/wsh)